Jakarta, CNN Indonesia —
Penjualan Kendaraan Pribadi hybrid perdana Daihatsu, Rocky Hybrid, nampaknya belum terlalu agresif. Catatan penjualan model elektrifikasi Rp200 jutaan ini terkesan pelan menjelang satu tahun mengaspal Di Tanah Air.
Melansir data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi Rocky Hybrid dilakukan pertama kali Di Desember 2025, atau Disekitar empat bulan usai peluncuran resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Desember 2025, wholesales atau distribusi Rocky Hybrid Hingga dealer hanya 40 unit.
Lalu distribusi Kendaraan Pribadi Didalam banderol Rp299,85 juta ini melonjak Di lima bulan pertama 2026 atau Di Januari-Mei menjadi 352 unit. Artinya rata-rata wholesales Kendaraan Pribadi ini sebanyak 70-an unit sebulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Kendaraan Bermotor Roda Dua (ADM), menjelaskan sebenarnya Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Rocky Hybrid yang sudah diterima perusahaan telah tembus 700-an unit.
“Didalam Sebab Itu SPK 700-an, dan retailnya Mutakhir 300-an unit. Didalam Sebab Itu masih banyak outstanding. Kebetulan supply sudah Menimbulkan Kekhawatiran,” kata Agung Di Depok, Minggu (21/6).
Agung mengakui terjadi keterlambatan supply Rocky Hybrid mengingat Situasi Hubungan Dunia Untuk beberapa waktu terakhir. Tetapi hingga Juni, mereka berhasil Meningkatkan pasokan Hingga konsumen hingga 500-an unit.
Berbeda Untuk Rocky konvensional, versi hybrid bukan dirakit Di Indonesia, melainkan diimpor utuh Untuk Jepang.
“Bisa Jadi sampai Juni ada 500 supply ya,” kata Agung.
Agung melanjutkan jumlah SPK Rocky Hybrid masih sesuai ekspektasi perusahaan. Menurutnya angka ini masih Untuk kategori wajar, mengingat rata-rata konsumen Daihatsu berasal Untuk kalangan pembeli Kendaraan Pribadi pertama.
Di satu sisi, rata-rata latar Di konsumen Kendaraan Pribadi elektrifikasi bukanlah pembeli Kendaraan Pribadi pertama atau first time buyer.
“Kan sudah dibilang waktu Di Peristiwa Sebelumnya. Didalam Sebab Itu kami itu konsumennya itu first car buyer. Didalam Sebab Itu mereka enggak bisa dipaksa. Berorientasinya bukan cuma beli. Belum beli aja mereka sudah mikirin berapa (kalau) jual (kembali) ya,” kata Agung.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Rocky Hybrid Bukan Gak Laku, Daihatsu Sebut Suplai CBU Sempat Seret











