loading…
Pentagon. FOTO/AbC NEWs
“Perjanjian-perjanjian ini memajukan transformasi Bagi membangun militer AS menjadi kekuatan tempur yang berpusat Di AI, sekaligus Memperbaiki kemampuan prajurit Bagi mempertahankan pengambilan keputusan yang unggul Hingga semua domain peperangan,” kata Departemen Konflik Bersenjata AS Di 1 Mei.
Berdasarkan Syarat perjanjian tersebut, perusahaan-perusahaan termasuk OpenAI, Microsoft, Amazon Web Services (AWS), Oracle, dan perusahaan rintisan AI Reflection Berencana menerapkan Ilmu Pengetahuan kecerdasan buatan mereka Di “jaringan rahasia” Departemen Konflik Bersenjata Bagi tujuan “Konflik Bersenjata yang sah”.
Kolaborasi ini muncul ketika perusahaan Ilmu Pengetahuan Berusaha memperluas pengaruh mereka Hingga sektormiliter, Kendati ada kekhawatiran Di internal staf mereka sendiri tentang penggunaan AI Bagi senjata otonom dan pengawasan massal.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pentagon Resmi Gandeng Google, Nvidia, dan SpaceX Bagi AI Canggih











