Jakarta –
Serangan jantung tak selalu terjadi ketika seseorang Untuk beraktivitas berat atau Merasakan Tekanan. Untuk beberapa Perkara Hukum Hukum, Kebugaran darurat ini justru terjadi ketika seseorang Untuk beristirahat atau tertidur.
Sebab terjadi Di malam hari, gejalanya seringkali tidak disadari atau Dikatakan sebagai gangguan tidur biasa. Hal ini bisa membuat penanganan medis menjadi terlambat. Dari Sebab Itu, penting Untuk mengetahui tanda-tanda serangan jantung Di tidur.
Alasan Serangan Jantung Di Tidur Terjadi
Ada beberapa alasan terjadinya serangan jantung Di tidur. Berikut Di antaranya:
1. Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Obstructive Sleep Apnea merupakan gangguan pernapasan Yang Terkait Bersama tidur. Pengidapnya berulang kali Merasakan henti napas.
Kebugaran ini disebabkan Dari penyumbatan atau penyempitan Di saluran napas yang mencegah udara Lewat tenggorokan ketika tidur. Hambatan Di pernapasan Di Di tidur membuat pasokan oksigen Di jantung berkurang, Agar kerusakan otot jantung terjadi.
“Otot jantung itu ada dua jenis. Yang pertama sel yang bersifat listrik, dan sel yang bersifat pompa. Kalau yang rusak sel listrik, maka yang terjadi adalah listriknya konslet, dan itu meninggalnya lebih cepat,” jelas Konsultan Penanganan intensif dan kegawatan kardiovaskular, Dian Zamroni, SpJP.
2. Terabaikan Lantaran Tidur Terlalu Pulas
Tanda-Tanda serangan jantung, seperti nyeri dada Bisa Jadi terabaikan Di tidur, sebab terlalu pulas. Hal ini berakibat fatal sebab terlambat Memperoleh tindakan.
Apa Itu Serangan Jantung?
Dikutip Untuk Mayo Clinic, serangan jantung terjadi Di arteri yang mengirimkan darah dan oksigen Di jantung tersumbat. Endapan lemak yang mengandung kolesterol seiring waktu menumpuk dan membentuk plak Di arteri jantung.
Di plak pecah, gumpalan darah bisa terbentuk, menyumbat arteri dan menyebabkan serangan jantung. Pada serangan jantung, kurangnya aliran darah menyebabkan jaringan otot mati.
Tanda-Tanda Serangan Jantung Di Tidur
Dikutip Untuk laman Verywell Health dan Cleveland Clinic, berikut bebeapa Tanda-Tanda serangan jantung Di tidur:
–Nyeri dada: Nyeri yang berhubungan Bersama serangan jantung terasa seperti tekanan, nyeri, terjepit, atau pegal
–Rasa sakit menjalar: Terjadi ketidaknyamanan yang menyebar Di bahu, lengan, punggung, leher, rahang gigi, atau perut Dibagian atas
–Sesak napas: Orang yang Berencana Merasakan serangan jantung Bisa Jadi merasa sesak napas yang tidak biasa. Hal ini bisa terjadi Di istirahat atau Di tidak banyak bergerak.
–Tanda-Tanda lain: Berkeringat dan mual
Bagaimana Cara Mendiagnosis Serangan Jantung?
Di merasakan Tanda-Tanda serangan jantung, disarankan Untuk segera mencari pertolongan medis. Sebab gejalanya tidak spesifik, ada kemungkinan ternyata yang dialami bukanlah serangan jantung.
Serangkaian tes, termasuk elektrokardiogram (EKG) dan tes darah dilakukan Untuk mengetahui apakah pasien Merasakan serangan jantung. Jika tes-tes ini Menunjukkan bahwa pasien benar-benar mengalaminya, Bisa Jadi Berencana dilakukan tes lanjutan seperti:
- Ekokardiogram, pemeriksaan Bersama gelombang ultrasonik Untuk mengetahui apakah jantung telah rusak
- Angiogram koroner, prosedur yang menggunakan sinar x Untuk mengetahui secara pasti Di mana aliran darah Di jantung terhambat.
Tips Agar Merasakan Tidur yang Berkualitas dan Menyehatkan Jantung
Perhatikan posisi tidur. Dikutip Untuk laman Healthline, Di studi tahun 2018, para peneliti menemukan bahwa tidur miring Di kiri dikaitkan Bersama perubahan Di pembacaan elektrokardiogram (EKG) Di peserta yang sehat. Bersama jenis Metode pencitraan yang disebut vektokardiografi, tidur miring Di kiri menyebabkan jantung bergeser.
Sebagai Gantinya, Di tidur Di kanan, hampir tidak ditemukan perubahan Kegiatan EKG. Para peneliti menemukan, Untuk posisi ini, jantung tertahan Di tempatnya Dari lapisan tipis jaringan Di Antara paru-paru yang disebut mediastinum.
Meski masih menjadi Perdebatan tentang posisi tidur yang paling baik Untuk jantung, hingga Di ini belum ada bukti bahwa tidur miring Di kanan bisa Meningkatkan risiko terkena gagal jantung.
Jika tidak mengidap apnea tidur atau masalah pernapasan, tidur telentang juga bisa menjadi pilihan. Tidur tengkurap memang bisa Memangkas dengkuran, tapi bisa menyebabkan nyeri leher atau punggung.
Samping Itu, dikutip Untuk laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) beberapa tips lainnya yaitu:
- Tetapkan jadwal tidur yang teratur, tidurlah Di waktu yang sama setiap malam dan bangun Di waktu yang sama setiap pagi
- Dapatkan cahaya matahari Di pagi hari
- Lakukan Olah Raga yang cukup, usahakan tidak Aktivitasfisik beberapa jam Sebelumnya tidur
- Hindari cahaya Smart Phone atau Pc Sebelumnya tidur
- Jangan makan dan minum beberapa jam Sebelumnya tidur
- Jaga Standar kamar tidur tetap sejuk, gelap dan terang.
Faktor Risiko Serangan Jantung
Beberapa faktor risiko serangan jantung Di antaranya:
- Usia: Risiko serangan jantung Menimbulkan Kekhawatiran seiring bertambahnya usia, dimulai Di usia 45 tahun.
- Tekanan darah tinggi: Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak arteri yang mengarah Di jantung.
- Kolesterol tinggi: Kadar kolesterol LDL yang tinggi, yang dikenal sebagai kolesterol “jahat”, dapat menyebabkan penyempitan arteri.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jangan Lengah! Ini Ciri-ciri Serangan Jantung Di Tidur yang Harus Diwaspadai











