Jakarta, CNN Indonesia —
PT Kendaraan Pribadi Anak Bangsa (MAB) menegaskan komitmennya Untuk Berorientasi Ke Pembaruan Sepedamotor Listrik (electric vehicle/EV) segmen komersial guna mendukung efisiensi Usaha dan mobilitas ramah lingkungan Di Indonesia.
Lewat keikutsertaannya Di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 Di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/10), MAB mengusung tema Electrify Your Business Didalam Menampilkan deretan lini produk kendaraan komersial, mulai Didalam sektor angkutan Ekspedisi, perkebunan, hingga pertambangan.
CEO MAB Kelik Irwantono menyampaikan pihaknya konsisten hadir Di ajang PEVS Sebelum awal diselenggarakan dan terus Berorientasi Memberi nilai tambah Untuk para pelaku usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tema kali ini yang diusung Didalam MAB adalah Electrify Your Business, Di mana kita Didalam awal adalah memfokuskan Ke kendaraan komersil. Karena Itu, kita Berencana me-support semua produk-produk yang urusannya Untuk value-added, Untuk mencari, Untuk Usaha,” kata Kelik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pameran kali ini, MAB Mengadakan tiga produk andalan, yakni light truck 4×2 berkonsep rolling chassis yang serbaguna dan telah digunakan Di Ibu Kota Nusantara (IKN) serta Jakarta, blind van Untuk kebutuhan Ekspedisi last mile, hingga kendaraan roda tiga angkutan Barang Dagangan.
Samping Itu, MAB juga menyiapkan lini kendaraan 4×4 khusus perkebunan kelapa sawit berkapasitas 5 ton dan 8 ton, serta heavy truck 6×4 dan 8×4 Didalam muatan hingga 55 ton Untuk sektor tambang.
Kelik menambahkan, MAB tak hanya sekadar menjual produk kendaraan, melainkan juga Menampilkan ekosistem solusi secara menyeluruh, termasuk kolaborasi Didalam penyedia charging station, layanan fleet management, hingga sistem pemantauan terpadu mining command center.
“Kita datang Untuk bukan hanya menjual produk, tetapi juga apa yang kita lakukan adalah kita membawa satu solusi ekosistem kepada potensi-potensi customer kita. Di Di itu, kita juga setup satu mining command system, ya, Di mana semua data-data kendaraan kita nanti yang dipakai Didalam customer kita bisa kita pantau lewat mining command center, ya, termasuk mengenai pola operasi, yang kedua adalah mengenai battery health, dan sebagainya,” jelas Kelik.
Founder MAB sekaligus Ketua Umum Periklindo Moeldoko Memberi apresiasi atas konsistensi dan Perkembangan MAB Di menjawab tantangan dan kebutuhan pasar Sepedamotor Listrik komersial Di tanah air.
“Didalam awal berdirinya sampai Didalam Di ini, MAB tetap berkomitmen bermain EV Di area komersial. Supaya MAB menjadi solusi Di Di efisiensi dan clean yang menjadi tema utama Di ini: mobilitas masa Didepan yang bersih dan efisien. Para konsumen kita Didalam hari Di hari Lebihterus kuat, Lebihterus banyak, khususnya yang bermain Di area transportasi light, berikutnya Di perkebunan, berikutnya Di tambang,” ungkap Moeldoko.
Di sisi lain, Moeldoko juga Mendorong pemerintah Untuk melahirkan Aturan insentif Untuk sektor kendaraan komersial dan transportasi umum. Di ini, skema insentif Sepedamotor Listrik dinilai masih Berorientasi Ke Kendaraan Pribadi penumpang (passenger car) dan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua.
“Di ini kita berbicara insentif hanya berkaitan Didalam Kendaraan Pribadi passenger dan Kendaraan Bermotor Roda Dua, sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua. Tetapi belum pernah ada gagasan, ide yang disampaikan Didalam pemerintah tentang Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi komersial atau transportasi umum. Untuk itu, MAB sekarang Di mengusulkan kepada pemerintah agar Untuk dipikirkan insentif itu tidak saja hanya Kendaraan Pribadi passenger, tetapi juga Kendaraan Pribadi komersial,” ujar Moeldoko Di sesi tanya jawab media.
Menurutnya, insentif Untuk Kendaraan Angkutan Umum dan truk listrik sangat penting mengingat sektor ini Memperoleh dampak langsung Ke emisi karbon dan pemakaian BBM bersubsidi.
“Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi komersial, Kendaraan Angkutan Umum, truk, itu sebagai penyumbang terbesar karbon. Yang kedua, sebagai penghisap Dukungan Pemerintah juga cukup besar. Maka ini juga mesti Merasakan atensi yang khusus. Supaya kalau semuanya mulai beralih Di Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi komersial Di EV, transportasi Kendaraan Angkutan Umum, transportasi truk, dan Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi kecil yang berubah Di EV, maka pengurangan secara drastis atas karbon. Yang kedua, Dukungan Pemerintah pemerintah atas BBM juga Berencana berkurang sangat besar,” pungkas Moeldoko.
(hjn/mik)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Deret Sepedamotor Listrik MAB Di PEVS











