Jakarta, CNN Indonesia —
Penjualan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik bekas asal China Hingga Uni Eropa (UE) naik 280 persen secara tahunan Ke Januari sampai September 2026 menjadi 7.900 unit. Ke periode yang sama, penjualan Kendaraan Pribadi Terbaru Hingga Eropa turun 44 persen, menurut platform penjualan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik China EV Marketplace (CEVM).
Dikutip CarNewsChina, Kamis (22/10), Chief Operating Officer (COO) CEVM Jakub Geršl mengatakan Kendaraan Pribadi bekas tidak terkena tarif tambahan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik berbasis baterai (BEV) maupun kuota hybrid, Supaya CEVM menjadikannya fokus Usaha Hingga Eropa. Menurut dia, tarif sudah melemahkan permintaan BEV Terbaru China Hingga Di pelanggan Eropa CEVM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen Komisi Eropa mendefinisikan produk yang dikenai tarif tambahan atau bea imbalan sebagai BEV Terbaru, tanpa pernyataan eksplisit soal kendaraan bekas. Laporan tentang kuota hybrid yang ditelusuri juga tidak menyebut kendaraan bekas.
CEVM menawarkan lebih Bersama 2.600 EV bekas, Di lain Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk&Co, dan Avatr. Menurut Geršl, timnya Hingga Shanghai mencari Kemungkinan dan rutin menemukan Kendaraan Pribadi berjarak tempuh Disekitar 6.000 km yang dibanderol 40 persen Hingga bawah harga resmi Hingga China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bea Imbalan UE Sebelum 30 Oktober 2024
Komisi Eropa menetapkan bea imbalan atas BEV buatan China Pada lima tahun Sebelum 30 Oktober 2024. Besarnya berbeda tiap produsen, Mobil Listrik Tesla Shanghai 7,8 persen, BYD 17 persen, Geely 18,8 persen, dan SAIC 35,3 persen.
Menurut firma hukum Cleary Gottlieb, bea itu dikenakan Hingga atas bea masuk UE Bagi Kendaraan Pribadi sebesar 10 persen. Jika dijumlahkan, tarif tertinggi mencapai 45,3 persen.
UE dan China juga menyepakati pembatasan Produk Impor Kendaraan Pribadi hybrid China 350.000 unit per tahun Untuk pembicaraan Hingga Beijing yang diumumkan Ke Jumat (9/10).
Dikutip Automotive World, Senin (12/10), batas itu naik 6 persen per tahun mulai tahun kedua, berlaku empat tahun, dan mencakup hybrid biasa serta plug-in hybrid (PHEV). Kendaraan Pribadi merek China yang dirakit Hingga UE tidak masuk kuota, sedangkan hybrid merek Eropa buatan China dihitung.
Komisi Eropa Meramalkan Produk Impor hybrid China tahun ini 800.000 unit, dan Komisioner Perdagangan UE Maroš Šefčovič menyebut kesepakatan itu membuka Kemungkinan memangkas Produk Ekspor China lebih Bersama separuh.
Kementerian Perdagangan China mencatat Produk Impor Ke 2025 sebanyak 302.000 unit dan menyebut kuota masih memberi ruang Kemajuan Disekitar 16 persen.
Untuk laporan China Automobile Dealers Association (CADA) dan Jingzhengu edisi September 2026 yang dikutip CarNewsChina, Mobil Listrik Tesla Model 3 memimpin retensi nilai EV berusia tiga tahun Hingga China Bersama 61,4 persen, atau nilai yang hilang 38,6 persen.
Model X menyusul Bersama 59,5 persen dan Model Y 53,9 persen. BYD Seagull merek China tertinggi Hingga posisi keempat Bersama 50,5 persen.
(fea/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Bekas China Lebih Laris Bersama Terbaru Hingga Eropa











