loading…
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan keterangan pers tentang pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Untuk Pelindungan Anak (PP Tunas). Foto/Jonathan Simanjuntak
“Data Kepribadian anak yang Di ini justru tersebar, berserak Hingga berbagai platform social media. Anak-anak belum tahu mana data yang perlu tidak ditayangkan,” kata Meutya kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).
Pemerintah juga Membahas sikap tegas Yang Terkait Di pengawasan digital ini lantaran data anak kerap dieksploitasi. Hal ini, kata dia, merupakan temuan Untuk sejumlah studi dan berbagai Perkara Hukum Hukum hukum Hingga Bangsa lain.
Baca Juga: PP Tunas Berlaku Besok, X dan Bigo Live Naikkan Batas Usia User
“Kita juga menduga Untuk banyak studi dan juga Perkara Hukum Hukum-Perkara Hukum Hukum hukum Hingga Bangsa lain bahwa data anak dieksploitasi Untuk kepentingan monetisasi.”
Meutya menjelaskan, ruang digital tidak boleh lebih mengenal anak-anak dibandingkan orang tuanya masing-masing. Meutya pun kembali menegaskan bahwa aturan ini diteken Untuk melindungi anak.
“Karena Itu kalau bicara data-data anak, aturan ini justru Untuk mengatur dan melindungi data anak yang Di ini sudah amat sangat tersebar marak. Malahan, kami sudah Berkata bahwa ada pernyataan jangan-jangan socmed lebih mengenal anak Untuk orang tuanya, Sebab datanya begitu berserak Hingga social media.”
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: PP Tunas Berlaku Besok, Menkomdigi Meutya Tegaskan Untuk Lindungi Data Kepribadian Anak











