Jakarta, CNN Indonesia —
Ribuan konsumen BYD Hingga Australia yang sudah membayar Bagi Kendaraan Pribadi Elektrik model 2026 malah Merasakan unit produksi 2025. Para konsumen sudah melakukan Penolakan, Sambil BYD Australia mengeklaim ini murni Kegagalan administratif, bukan upaya menipu pembeli.
Sebanyak 1.265 pembeli terdampak Tindak Kejahatan ini. Sebagai kompensasi awal, BYD menawarkan AU$1.100 atau setara Rp13,7 juta (kurs Rp12.493,68) per unit, Akan Tetapi jumlah ini Disorot banyak konsumen tak sebanding Di potensi kerugian mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal mula Kegagalan
Menurut BYD, sistem internal perusahaan keliru mencatat tanggal kendaraan meninggalkan pabrik sebagai tanggal produksi. Data yang salah ini Setelahnya Itu terbawa Hingga dokumen penjualan Hingga konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada ABC News, Sabtu (11/7), Direktur Hubungan Komunitas BYD Australia Paul Ellis Berkata Kegagalan tersebut murni administratif.
“Itu adalah Kegagalan administratif yang terjadi. Tidak ada niat menipu,” kata Ellis, dikutip Carscoops.
Ellis turut memastikan tak ada beda nyata Di unit yang terlanjur dikirim Di versi 2026 yang semestinya diterima konsumen. Sebagian besar unit yang terdampak disebut Atto 2 dan Atto 3.
Banyak pembeli menilai tawaran AU$1.100 tak cukup menutup kerugian, hingga akhirnya mengadu Hingga media. BYD lantas mengubah sikap Di menawarkan tiga opsi Hingga konsumen terdampak, yaitu Merasakan refund penuh, menukar unit Di Kendaraan Pribadi Mutakhir build 2026 seharga Kesepakatan awal, atau tetap memakai unit lama sembari Merasakan AU$1.100 seperti tawaran semula.
Mayoritas konsumen disebut memilih opsi terakhir ini. BYD Berencana menghubungi ulang seluruh pembeli terdampak Bagi menawarkan opsi refund penuh, termasuk yang sudah terlanjur menyetujui kompensasi AU$1.100.
Konsumen Berpeluang Merasakan kerugian Lantaran Merasakan unit 2025 yang nilainya sudah terdepresiasi Di 2026. Hal ini bakal memengaruhi harga jual unit jika konsumen memutuskan menjualnya menjadi Kendaraan Pribadi bekas.
BYD sempat menjanjikan kedatangan 30 ribu unit Hingga Australia hingga akhir Juni lalu Bagi memenuhi lonjakan permintaan, kata General Manager BYD Asia Pacific Liu Xueliang, April lalu.
CarsGuide menduga upaya mengejar target itulah yang membuat sejumlah stok lama ikut terkirim Hingga Australia.
“Penting Bagi kami Bagi menjaga itikad baik Di konsumen Australia. Kami harus melakukan hal yang benar,” ujar Ellis kepada CarsGuide.
(fea/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Ricuh BYD Salah Kirim, Konsumen Pesan Model 2026 yang Datang 2025











