Obesitas kerap kali dipandang sebelah mata sebagai cerminan kurangnya disiplin atau kontrol diri seseorang. Padahal, Ke balik tantangan fisik yang dihadapi Didalam para pasien obesitas, terdapat beban psikologis berlapis yang jarang disadari.
Untuk pandangan medis, hubungan Ditengah berat badan dan Kesejaganan mental tidak berjalan satu arah, melainkan saling memengaruhi secara timbal balik.
Praktisi Medis spesialis Kesejaganan jiwa, dr Putri Nugraheni, SpKJ, menjelaskan, stigma Yang Berhubungan Didalam berat badan terbagi menjadi beberapa bentuk yang secara nyata dapat merusak Keadaan psikologis individu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Didalam Sebab Itu, stigma yang dialami secara nyata Didalam orang lain diberikan kepada kita. Sebenarnya, memang berat badan ini sudah lama sekali banyak berhubungan Didalam stigma-stigma,” jelas dr Putri Pada ditemui Ke Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, ada stigma yang benar-benar dirasakan, stigma yang belum ada tetapi sudah diantisipasi, dan stigma mengenai berat badan yang diberikan Didalam diri kita sendiri.
Hubungan Dua Arah Ditengah Obesitas dan Beban Psikologis
Situasi obesitas dan Kesejaganan mental saling terikat Untuk sebuah siklus lingkaran yang kompleks.
Didalam sisi Kesejaganan, berat badan berlebih memicu peradangan sistemik Ke Untuk tubuh yang menjadi faktor risiko besar Bagi timbulnya depresi. Sebagai Gantinya, menurunnya Kesejaganan mental seperti Beban kronis justru Mendorong seseorang mencari pelarian Lewat Hidangan.
“Didalam Sebab Itu, hubungan Ditengah obesitas Didalam Kesejaganan mental itu berjalan dua arah, Didalam Sebab Itu bolak-balik obesitas mempengaruhi Kesejaganan mental, dan Kesejaganan mental mempengaruhi obesitas juga,” ungkapnya.
Stigma Bikin Pasien Menghindari Pemeriksaan Medis
Ia juga menjelaskan, perkataan-perkataan yang bersifat stigmatis Di orang Didalam obesitas dapat memengaruhi Semangat mereka Untuk Memperbaiki Kesejaganan diri.
Bukannya termotivasi, justru orang Didalam obesitas yang Merasakan stigma secara counterproductive justru menjadi rendah diri dan takut Bagi memeriksakan diri mereka secara menyeluruh Ke tenaga Kesejaganan.
“Didalam Sebab Itu, ketiga macam stigma ini bisa mempengaruhi well being kita secara psikologis secara menyeluruh, mempengaruhi juga bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri,” katanya.
“Dan ternyata Eksperimen juga mengatakan bahwa mempengaruhi perilaku kita Bagi mencari Dukungan profesional Bagi menangani obesitas itu sendiri,” tegasnya.
Halaman 2 Didalam 2
Simak Video “Health Corner: Kelola Obesitas Secara Aman, Waspada Produk Abal-Abal“
(aur/up)
Pola Makan Vs Mental Health
8 Konten
Hidangan Bergizi dan Kesejaganan mental ternyata erat banget kaitannya. Pada Beban, Hidangan bisa membantu menenangkan pikiran. Begitupun Sebagai Gantinya, salah makan juga bisa bikin overthinking.
Konten Berikutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Obesitas Dibayangi Stigma, Pasien Didalam Sebab Itu Ogah Periksa











