Pembantu Kepala Negara Keadaan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membantah adanya Topik penculikan Ke Fasilitas Medis Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Topik ini mencuat Setelahnya adanya Peristiwa Pidana Hukum bayi Bersama Nina Saleha yang nyaris tertukar. Pihak RSHS Bandung dan Kementerian Keadaan Sebelumnya mengatakan bahwa ini murni sebagai kelalaian perawat.
“Nggak, nggak ada. Coba tanya Ke RSHS,” kata Menkes Budi singkat Di ditemui Ke Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ortu Somasi RSHS Bandung
Peristiwa Pidana Hukum bayi nyaris tertukar ini berbuntut panjang. Nina Saleha, ibu bayi yang hampir tertukar, resmi melayangkan somasi kepada RSHS Bandung.
Dikutip Bersama detikJabar, Selasa (14/4/2026), Nina didampingi Regu kuasa hukumnya mendatangi RSHS Ke Senin (13/4). Kedatangan mereka bertujuan menemui Direktur Utama RSUP Dr Hasan Sadikin, Rachim Dinata Marsidi, tapi yang bersangkutan dilaporkan tidak berada Ke tempat.
“Tapi Sebab Dirut-nya dibilang Dari Pada Biro Hukum masih ada Kegiatan, Agar tidak bisa hadir, kita diskusi Bersama pihak Fasilitas Medis dan diwakili Biro Hukum, tapi tidak ada solusi, Agar kita melayangkan surat somasi Untuk pihak Fasilitas Medis yang sudah kita siapkan,” kata kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati, Di dihubungi detikJabar via sambungan telepon.
Mira menyebut pihak Nina Menyediakan tenggat kepada RSHS hingga tiga hari Ke Di Untuk Merespons surat somasi tersebut. Jika tidak direspons, pihaknya mengancam Berencana melaporkan kejadian ini Ke kepolisian.
“Surat somasi ini isinya Skor-Skor penting yang belum terungkap, dan kita kasih waktu 3×24 jam. Kalau tidak merespons, kami Berencana melakukan pelaporan Ke Bareskrim atau Polda Jabar,” ucap Mira.
Polisi Meminta Keterangan RSHS Bandung
Meski belum ada laporan Bersama pihak Nina, Satreskrim Polrestabes Bandung turut menyoroti kejadian ini. Kasat Reskrim Polretabes Bandung, AKBP Anton mengatakan jika pihaknya sudah memintai keterangan pihak Fasilitas Medis.
“Minggu kemarin kita sudah datangi Fasilitas Medis (RSHS),” kata Anton kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
Anton menyebut kedatangannya Ke RSHS Untuk mengetahui SOP pemulangan pasien, khususnya pasien bayi. Kendati demikian, sampai Di ini kepolisian belum Memperoleh laporan Bersama pihak Nina.
“Kami tetap lakukan penyelidikan,” katanya.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Penjelasan Menkes soal Pasien ‘Super Flu’ Ke RSHS Bandung Meninggal“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Menkes Bantah Dugaan Penculikan Ke RSHS Bandung Imbas Bayi Hampir Tertukar











