Kebiasaan mencuci daging kurban Sebelumnya disimpan Hingga kulkas masih sering memicu perdebatan. Menjawab dilema ini, Guru Besar Keahlian Ketahanan Pangan IPB University, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, MSc, mengatakan mencuci daging kurban sebenarnya tidak disarankan tetapi ada Situasi ketika hal tersebut memang harus dilakukan.
“Lihat dulu dagingnya kotor atau tidak. Jika secara penampakan sudah bersih, jangan dicuci, langsung disimpan saja. Tapi kalau jelas-jelas ada kotoran fisik yang menempel akibat proses penyembelihan Hingga lapangan yang kurang higienis, buanglah kotorannya dan dicuci,” ujarnya Pada ditemui detikcom, Selasa (19/5/2026).
Bahaya Aerosol dan Kontaminasi Silang
Larangan mencuci daging segar ini didasarkan Ke data ilmiah Di studi berjudul “Decontamination of poultry handling surfaces: Evaluation of consumer meat-washing practices and aerosol bacterial Peralihan” yang dimuat Di jurnal internasional Journal of Food Protection. Kajian tersebut Menunjukkan bahwa mencuci daging mentah Hingga bawah air Datang memicu terbentuknya efek aerosolisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air yang membentur permukaan daging mentah Akansegera memercik (nyiprat) dan menyebarkan bakteri patogen (seperti Salmonella atau Campylobacter) hingga radius 1 meter. Percikan yang tidak terlihat ini Berpotensi Untuk mengontaminasi wastafel, peralatan makan, hingga Citarasa siap saji yang ada Hingga Di dapur.
Selain risiko penyebaran bakteri, Prof Purwiyatno menambahkan bahwa mencuci daging Akansegera Memperbaiki kadar air Hingga permukaan daging. Situasi permukaan yang basah dan lembap ini justru menjadi media sekunder yang sangat ideal Untuk mikroorganisme Untuk tumbuh subur dan mempercepat pembusukan.
Hingga Di itu dia juga menyoroti proses thawing Pada menyiapkan daging kurban yang sudah disimpan. Prosedur ini adalah mencairkan daging yang beku Sebelumnya diolah.
“Yang kita tidak inginkan adalah terjadinya siklus freeze-thaw (beku-cair-beku lagi). Karena Itu, potong-potong dulu daging menjadi porsi-porsi kecil sekali masak Sebelumnya dibekukan. Karena Itu Pada mau memasak, kita cukup Memutuskan satu poris yang dibutuhkan saja,” jelasnya.
Proses membekukan kembali daging yang telah dicairkan menyebabkan pembentukan kristal es yang lebih besar Hingga Di jaringan sel. Kristal es yang besar ini Akansegera menusuk dan merusak dinding sel daging. Sebab, Pada dicairkan kembali, daging Akansegera kehilangan banyak cairan alaminya (drip loss). Bersama cairan yang keluar tersebut, vitamin, mineral larut air, dan protein penting ikut terbuang, meninggalkan Standar daging yang kering, hambar, dan keras.
Metode pelunakan terbaik yang aman secara ilmiah adalah memindahkan daging Didalam freezer Hingga chiller (kulkas Dibagian bawah) semalam Sebelumnya diolah, Supaya suhu daging naik secara perlahan tanpa merusak jaringan selnya.
“Intinya sepanjang dia frozen (beku), sampai setahun pun tidak masalah Didalam sisi Keselamatan, masih oke dan masih bisa dikonsumsi. Hanya Mungkin Saja kalau terlalu sering buka-tutup freezer, Standar teksturnya saja yang sedikit menurun,” tutup Prof Purwiyatno.
Halaman 2 Didalam 2
Simak Video “Video: Jeroan Vs Kulit Sapi, Mana Lebih ‘Sehat’?“
Tips Sehat Menyantap Daging Kurban
14 Konten
Untuk sebagian orang, nikmatnya menyantap daging kurban selalu dibayangi Didalam risiko Keadaan. Kolesterol dan asam urat bikin kepikiran, padahal sebenarnya bisa dikelola Didalam baik.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Karena Itu Dilema Emak-emak Pada Idul Adha, Daging Kurban Baiknya Dicuci atau Tidak?











