Jakarta, CNN Indonesia —
Penerapan insentif Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik ditunda hingga akhirnya diputuskan bakal berlaku September 2026. Akan Tetapi finalisasi mengenai Dukungan Pemerintah Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik belum juga menemui titik terang memasuki bulan kesembilan tahun ini.
Wacana pemberian insentif Mobil Listrik diketahui sudah beberapa kali bergeser sepanjang 2026.
Di awal Mei, Pembantu Pemimpin Negara Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat Menginformasikan jika pemerintah Ditengah menyiapkan insentif Sebagai 200 ribu Mobil Listrik, terdiri Bersama 100 ribu Kendaraan Pribadi Elektrik dan 100 ribu sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik, Bersama target berjalan Di Juni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal itu mundur Hingga Juli. Menjelang akhir Juni, Pembantu Pemimpin Negara Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kemungkinan implementasinya digeser lagi Hingga Agustus Sebab Keputusan masih dikaji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak berhenti sampai Di situ, Purbaya menyebut Akansegera menyambangi Pembantu Pemimpin Negara Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Sebagai Merundingkan kelanjutan Inisiatif.
“Dia (Menperin) belum bicara sama saya. Nanti saya datangi dia deh besok. Harusnya sih September sudah jalan itu (insentif),” ujar Purbaya belum lama ini.
Tak hanya waktu berlaku yang molor. Skema Dukungan Pemerintah Sebagai sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik yang semula Rp5 juta per unit juga berubah menjadi Rp3 juta per unit.
Kata Purbaya pemerintah telah menyiapkan Biaya Rp3 triliun Sebagai Inisiatif itu yang bakal melibatkan 1 juta Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik produksi Di Di negeri.
“Itu programnya sama. Karena Itu 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp3 juta. (Anggarannya) Rp3 triliun,” ujar Purbaya.
Purbaya Mengantisipasi Biaya belum Akansegera terserap seluruhnya Di tahun ini. Alasannya, kapasitas produksi Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik nasional dinilai belum mampu mengejar target 1 juta unit.
“Kan kapasitas produksi Kendaraan Bermotor Roda Dua nasional belum sampai 1 juta kan. Ada yang cuma 20 ribu. Saya pikir paling 100 ribu sampai akhir tahun,” katanya.
Airlangga belum lama ini menyebut Dukungan Pemerintah Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik hanya tinggal menunggu Peraturan Pembantu Pemimpin Negara Keuangan (PMK) terbit. Ia juga optimistis Dukungan Pemerintah berlaku bulan ini.
“Insentif Kendaraan Bermotor Roda Dua listrik, kita tunggu saja PMK-nya,” kata Airlangga.
Airlangga meyakini PMK tersebut hanya tinggal menunggu waktu, sebab kini Ditengah digodok Bersama Kementerian Keuangan.
(ryh/mik)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Masuk September, Apa Kabar Finalisasi Insentif Kendaraan Bermotor Roda Dua Listrik?











