loading…
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan Yang Berhubungan Di laporan Lembaga Keuangan Internasional yang menyebut sebanyak 64,2% penduduk Indonesia berada Ke bawah garis Kemiskinan Global. Foto/Dok
Sambil Itu, data resmi BPS mencatat proporsi penduduk miskin Ke Indonesia Di Maret 2026 berada Ke level 8,07% atau Disekitar 22,93 juta orang. BPS menegaskan bahwa perbedaan data tersebut harus disikapi secara bijak dan cermat Sebab kedua angka tersebut dihitung memakai indikator serta peruntukan yang berlainan, Supaya tidak dapat disandingkan secara langsung sebagai satu tolok ukur Kemiskinan Global yang setara.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M. Nashrul Wajdi menerangkan, bahwa kalkulasi yang dirilis Di Lembaga Keuangan Internasional tidak menggunakan garis Kemiskinan Global nasional Indonesia sebagai dasar perhitungannya.Baca Juga: Prabowo Heran Rakyat Masih Banyak yang Miskin, tapi Masih Bisa Tersenyum
“Angka 64,2 persen merupakan Prakiraan penduduk Indonesia yang pengeluarannya berada Ke bawah USD8,30 per kapita per hari menurut Lembaga Keuangan Internasional. Garis Kemiskinan Global tersebut dihitung berdasarkan standar yang ditetapkan worldbank, bukan garis Kemiskinan Global nasional yang digunakan Ke Indonesia. Nilainya ditetapkan berdasarkan standar Kemiskinan Global yang umum digunakan Ke Bangsa-Bangsa Di kelompok pendapatan menengah atas, dan digunakan terutama Sebagai membandingkan Kebugaran antarnegara,” jelas Nashrul Di keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: 64,2% Penduduk Indonesia Masih Miskin versi Lembaga Keuangan Internasional, BPS Sebut Perbedaan Standar











