Jakarta, CNN Indonesia —
Meski telah dilengkapi baterai berdaya tinggi sebagai sumber tenaga utama penggerak roda, Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik ternyata masih membutuhkan baterai tegangan rendah alias aki layaknya kendaraan konvensional.
Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik murni (Battery Electric Vehicle) mau pun hybrid (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ditopang dua sistem kelistrikan yang terpisah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, baterai lithium-ion bertegangan tinggi (umumnya berkisar 400 hingga 900 volt) khusus Sebagai menggerakkan mesin kendaraan utama. Kedua, aki 12 volt (jenis lead-acid, AGM, maupun lithium-ion) Sebagai memasok daya Di berbagai komponen elektronik pendukung.
Praktisi Kendaraan Pribadi sekaligus pemilik ACCU S.O.S, Edwin Wijaya menjelaskan bahwa keberadaan arus listrik rendah Untuk aki 12 volt sangat penting Untuk ekosistem Kendaraan Listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Industri Kendaraan Pribadi terus berubah, tetapi kebutuhan aki tetap ada. Malahan, Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik tetap membutuhkan aki Sebagai Alat pendukungnya,” ungkap Edwin Untuk keterangan resminya.
Sama seperti Ke Kendaraan Pribadi Internal Combustion Engine, aki 12 volt ini bertugas mengoperasikan fitur-fitur penting seperti pengunci pintu, Pendeteksi alarm, pemutar jendela, sistem infotainment, pendingin kabin, hingga fitur keselamatan (driver-assist).
Di Samping Itu aki 12 volt Ke Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Memperoleh peran krusial sebagai pengontrol relay penyuplai daya awal (starter) Sebagai mengaktifkan sistem utama bertegangan tinggi.
Tanpa Kebugaran aki yang prima, sistem inverter tidak dapat mengubah arus searah (Direct Current/DC) Untuk baterai utama menjadi arus bolak-balik (Alternating Current/AC) Sebagai penggerak Kendaraan Pribadi, Agar kendaraan tidak Berencana bisa dinyalakan sama sekali meski kapasitas baterai utamanya masih penuh.
Alasan aki masih perlu
Alasan utama mengapa pabrikan tidak langsung menggabungkan seluruh fungsi kelistrikan Di baterai utama adalah faktor keselamatan dan standar industri.
Penggunaan sistem arus lemah 12 volt bertindak sebagai lapisan pelindung agar User maupun teknisi terhindar Untuk risiko sengatan listrik tegangan tinggi Pada melakukan Perawatan Medis rutin atau ketika terjadi benturan keras.
Di Samping itu, pengisian daya aki 12 volt Ke Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik dilakukan secara otomatis Melewati komponen konverter bawaan yang mengubah arus Untuk baterai utama, atau terisi Pada Kendaraan Pribadi dihubungkan Di pengisi daya.
Didalam peran krusial tersebut, Edwin turut menyoroti pentingnya pemahaman pemilik kendaraan Di pemeliharaan aki secara berkala agar tidak Merasakan kendala mati daya Di jalan.
“Perawatan Medis sederhana perlu dilakukan, seperti memeriksa kebersihan terminal aki atau memastikan tegangan listrik stabil, Agar dapat memperpanjang usia pakai aki dan menjaga Penampilan kendaraan,” tambah Edwin.
Pengetahuan mengenai Perawatan Medis ini dinilai kian krusial seiring pesatnya perkembangan Penduduk Dunia kendaraan ramah lingkungan Di tanah air.
“Didalam Perkembangan Kendaraan Listrik Di Indonesia, Pembelajaran mengenai peran aki menjadi Lebih relevan. Aki bukan hanya pendukung, tetapi Pada penting Untuk ekosistem kendaraan yang mendukung mobilitas ramah lingkungan. Pembaharuan dan Pembelajaran terus menjadi Kunci utama Sebagai memastikan Sustainability industri ini,” tukas dia.
(hjn/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Sudah Bawa Baterai Besar, Kenapa Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Masih Butuh Aki?











