loading…
Kebugaran keuangan maskapai Garuda Indonesia (GIAA) yang masih Berusaha Mengatasi kerugian menjadi sorotan, Anggota Komisi VI Wakil Rakyat RI, H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy menilai, harus menjadi momentum transformasi. Foto/Dok
Berdasarkan kurs Rp17.877 per Matauang Asing AS, pendapatan GIAA setara Bersama Rp48,38 triliun Di periode ini. Sesudah dikurangi berbagai beban dan Retribusi Negara, GIAA hanya mampu membukukan rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih senilai USD195,48 juta atau Rp3,49 triliun.
Anggota Komisi VI Wakil Rakyat RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy menilai, Kebugaran tersebut harus menjadi momentum Untuk maskapai nasional itu Sebagai melakukan transformasi besar-besaran. Terutama Untuk memperkuat fundamental keuangan dan Memperbaiki efisiensi operasional.
Baca Juga: Garuda Indonesia Rombak Manajemen: Thomas Oentoro Jabat Dirut, Glenny Kairupan Bersama Sebab Itu Komisaris
Menurut Gus Rivqy, pembenahan Garuda Indonesia tidak cukup dilakukan secara parsial. Diperlukan langkah menyeluruh yang menyentuh struktur keuangan, pengelolaan armada, strategi Usaha, hingga efektivitas operasional perusahaan.
“Garuda Indonesia harus melakukan transformasi besar-besaran Bersama memperbaiki fundamental keuangan dan Memperbaiki efisiensi operasional. Optimalisasi armada, selektif Untuk pemilihan rute, serta penajaman strategi Usaha sesuai kebutuhan pelanggan harus menjadi prioritas,” ujar Gus Rivqy, Sabtu (31/10/2026).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kebugaran Keuangan Garuda Indonesia Bersama Sebab Itu Sorotan, Legislator Desak Transformasi











