Jakarta –
Pemilik kafe ini pusing Berusaha Mengatasi pelanggan yang hanya pesan satu Minuman, tetapi duduk berjam-jam sambil bekerja Hingga Di laptop.
Kafe kini tak hanya menjadi tempat Sebagai menikmati Minuman dan Hidangan, tetapi juga ruang alternatif Sebagai bekerja. Akan Tetapi, kebiasaan pelanggan yang berlama-lama Di hanya memesan satu minuman ternyata bisa menjadi masalah Untuk pemilik kafe.
Hal ini dialami seorang pemilik kafe Mutakhir Hingga kawasan Indiranagar, Bengaluru, India. Keluhannya menjadi perbincangan Hingga media sosial Setelahnya seorang Pemakai X membagikan persoalan Usaha yang dihadapi pemilik kafe tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbincangan ini bermula Di unggahan Vikramaditya Shukla, seorang Pemakai X yang menceritakan Pengalaman Hidup teman sekolahnya.
Temannya Mutakhir saja membuka kafe Hingga sana Di modal Penanaman Modal Untuk Negeri Disekitar Rp1,1 M-Rp1,3 M. Akan Tetapi, Setelahnya kafe mulai beroperasi, muncul persoalan yang cukup mengganggu jalannya Usaha.
|
Work from cafe ilustrasi. Foto: iStock
|
Dikutip Di MoneyControl (4/11) beberapa pelanggan hanya memesan satu cangkir Minuman seharga Rp29.000, Setelahnya Itu membuka laptop dan duduk Pada berjam-jam.
Untuk unggahannya, Shukla menjelaskan bahwa ada pelanggan yang Justru menghabiskan waktu seharian Hingga kafe hanya Di satu pesanan minuman.
“Masalah terbesarnya Pada ini adalah beberapa pelanggan hanya memesan secangkir Minuman seharga Rp29.000, membuka laptop, lalu duduk Pada berjam-jam, Justru terkadang sepanjang hari,” tulis Shukla.
Situasi tersebut membuat pelanggan lain kesulitan Merasakan tempat duduk. Pengunjung yang Mutakhir datang dan melihat seluruh Perabot terisi akhirnya memilih pergi tanpa memesan Hidangan atau minuman.
Hingga sisi lain, pemilik kafe juga berada Untuk posisi sulit. Ia khawatir jika meminta pelanggan meninggalkan tempat, tindakan tersebut justru memicu ulasan negatif Hingga Google yang dapat memengaruhi reputasi bisnisnya.
Work from cafe ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/skyNext |
Pengalaman Hidup temannya itu membuat Shukla memahami alasan sejumlah jaringan kedai Minuman memasang harga relatif tinggi Sebagai minuman dan Hidangan mereka.
Ia menyinggung beberapa merek populer seperti Starbucks, CCD, dan Third Wave Coffee. Menurutnya, harga yang dibayarkan pelanggan sebenarnya tidak hanya mencakup Minuman atau Hidangan, tetapi juga fasilitas tempat duduk yang bisa digunakan Pada berada Hingga kafe.
Unggahan tersebut Setelahnya Itu memancing diskusi mengenai kebiasaan bekerja Di kafe atau work from cafe. Kebiasaan ini memang membuat kafe menjadi alternatif tempat bekerja, terutama Untuk pekerja jarak jauh yang ingin mencari suasana berbeda.
Akan Tetapi, Untuk pemilik usaha, penggunaan Perabot Untuk waktu lama tanpa transaksi tambahan dapat Mengurangi kesempatan Merasakan pelanggan Mutakhir.
Sejumlah Pemakai media sosial turut Menyediakan saran agar pemilik kafe bisa mengatur penggunaan Perabot tanpa harus melarang pelanggan membawa laptop.
“Setiap satu jam berada Hingga kafe, pelanggan wajib memesan satu Minuman. Buat aturan tersebut Di bahasa yang sopan,” tulis seorang netizen.
“Ubah saja model bisnisnya. Jangan hanya menjual Minuman, tetapi jual waktu. Minuman bisa diberikan secara gratis sebagai pelengkap Sebagai setiap jam penggunaan tempat. Sofa yang lebih nyaman bisa dikenakan tarif per jam lebih tinggi,” tulis netizen lainnya.
(raf/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Beli Minuman Rp29 Ribu, Nongkrong Seharian!












