Untuk Gen Z, mudik bukan sekadar pulang kampung, tapi juga momen Untuk healing dan berkumpul keluarga. Akan Tetapi Untuk pengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), perjalanan jauh bisa menjadi tantangan fisik yang besar. Apalagi jika mudik dilakukan Pada masih menjalankan ibadah puasa.
Perubahan pola makan, kelelahan, hingga Beban akibat kemacetan panjang sering kali menjadi pemicu utama naiknya asam lambung Di kerongkongan. Kemakmuran ini, yang secara medis dikenal sebagai refluks, sering kali menimbulkan sensasi terbakar Di dada (heartburn) hingga rasa pahit Di mulut.
Spesialis Gangguan Untuk subspesialis gastroenterologi hepatologi Dr dr Hasan Maulahela, SpPD, SubspGEH (K), menjelaskan Pada mudik, banyak orang cenderung terburu-buru Pada makan sahur atau berbuka Lantaran mengejar waktu perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di Di Itu, kebiasaan mengonsumsi kafein berlebih agar tetap terjaga Pada menyetir, serta posisi duduk statis yang terlalu lama, secara mekanis Mendorong asam lambung naik lebih mudah,” kata dr Hasan Untuk keterangannya kepada detikcom ditulis Kamis (19/3/2026).
Langkah Darurat Pada Tanda-Tanda Menyerang
Jika mulai merasakan perih Di ulu hati Pada Untuk menyetir atau berada Di Untuk kendaraan, langkah pertama yang paling sederhana adalah melonggarkan tekanan Ke perut. dr Hasan menyarankan agar pemudik segera melepas ikat pinggang atau kancing celana yang terlalu ketat. Tekanan fisik Ke area perut merupakan salah satu faktor yang memperburuk aliran balik asam lambung.
Selain masalah Pengganti, posisi tubuh memegang peranan penting. Hindari posisi meringkuk atau membungkuk Pada duduk Di Bangku kendaraan. Upayakan Untuk tetap duduk tegak Didalam posisi kepala dan dada sedikit lebih tinggi Untuk perut. Pemanfaatan gaya gravitasi ini secara alami membantu menahan asam lambung agar tidak terus naik Di saluran cerna Dibagian atas.
Jika rasa tidak nyaman memicu kecemasan, dr Hasan mengingatkan pentingnya mengatur napas. Langkah ini bukan hanya membantu merelaksasi otot saluran cerna, tetapi juga menekan produksi asam lambung yang sering kali Menimbulkan Kekhawatiran akibat Beban dan rasa panik Di Di kemacetan.
“Jika Kemakmuran tidak mereda dan terjadi Tanda-Tanda berat yang ditandai Didalam nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri. Segerakan berbuka Didalam air hangat dan konsumsi Terapi jika perlu,” tandasnya.
Halaman 2 Untuk 2
(kna/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Gen Z Mudik Sambil Puasa? Waspada GERD Rentan Kumat Lantaran Beban Di Jalan











