Depok –
Tak hanya Di Pasar Benhil, War Takjil seru juga tersaji Di asar Takjil Ramadan (Patra) Kukusan Depok. Para pemburunya kebanyakan mahasiswa.
Bulan suci Ramadan terasa kurang lengkap tanpa Kearifan Lokal ngabuburit, yaitu pencarian takjil Sebagai dinikmati Pada berbuka puasa dan juga War Takjil alias saling rebutan Sebagai berburu takjil incaran.
Jika Traveler berada Di kawasan Depok, pastikan Sebagai Berkunjung Di Pasar Takjil Ramadan Kukusan (Patra) Sebagai Pengalaman Hidup Masakan yang tak terlupakan Di sore hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berada Di Jalan Palakali, Kukusan, Beji, Kota Depok, lokasi strategis Disekitar kampus Universitas Indonesia (UI) dan apartemen sekitarnya, Perayaan Seni Masakan musiman ini telah menjadi daya tarik populer Untuk warga lokal maupun mahasiswa.
Ebbi Sabda, perwakilan Untuk Penyelenggara Peristiwa (EO) Pelikan Kukusan, mencatat bahwa Patra Kukusan telah Merasakan Kemajuan yang luar biasa Dari didirikan Ke tahun 2024. Pilihan takjil yang Sebelumnya terbatas kini telah berkembang, menampilkan beragam pilihan Masakan kontemporer dan unik Untuk para pengunjung.
“Sekarang jangkauannya sudah luas. Untuk produk-produknya yang biasanya cuma monoton, sekarang makin aneh-aneh. Sekarang ada kayak steak ayam, segala macam. Ibaratnya bukan cuma Konsumsi siap saji, tapi diolah Di sini, Di Sebab Itu makin unik,” ungkap Ebbi kepada detikTravel Di lokasi.
|
Pasar Takjil Ramadan Di Kukusan, Depok Foto: Hans Wilhem/detikcom
|
Para pedagang takjil Di Patra Kukusan rata-rata sudah mulai bersiap Dari pukul 14.00 dan siap melayani pembeli Ke pukul 15.00 sore. Suasana Berencana mencapai puncaknya menjelang waktu berbuka, tepatnya Disekitar pukul 17.00 hingga 17.30.
Hal ini dirasakan langsung Di Erni Pada Skuat detikTravel membeli dagangannya. Pedagang minuman segar yang sudah dua tahun berjualan Di Patra Kukusan.
Ia menawarkan menu primadona seperti es teler, mojito, hingga alpukat kocok Di harga yang sangat ramah Di kantong, yakni berkisar Di Rp 8.000 hingga Rp 15.000 saja.
“Menjelang Magrib sudah mulai banyak pengunjung yang beli, pengin yang segar-segar,” tutur Erni yang berdomisili Di Simpangan Depok.
Pasar ini tak hanya membawa berkah Untuk pengunjung, tapi juga cuan maksimal Untuk para pedagang. Setelahnya membeli minuman, bergeser membeli Konsumsi.
Iqbal, warga asli Kukusan yang berjualan aneka menu seperti dimsum mentai, lasagna, makaroni schotel, dan es cokelat, mengaku sangat terbantu Di adanya Patra. Di target pasar utama mahasiswa, dagangannya selalu laris manis.
“Bawa 100 porsi buat dimsum. Biasanya jam 6, pas Magrib, sudah habis,” kata Iqbal.
Ia juga menambahkan bahwa biaya sewa lapak sebesar Rp 1,7 juta Sebagai 25 hari sangat sepadan dan menguntungkan berkat ramainya pembeli.
Antrean pembeli Di Pasar Takjil Ramadan Kukusan, Depok Foto: Hans Wilhem/detikTravel |
Daya tarik Patra Kukusan rupanya tak hanya menggoda warga Depok. Nada dan Jovita, dua pengunjung asal Bekasi, rela mampir Di Patra Kukusan Pada Untuk asyik bermain Di teman kampus mereka Di UI.
“Kata teman kita Di sini lebih bervariasi, kayak Perayaan Seni gitu. Tadi beli es teler Rp 15 ribu, worth it sih,” ujar Nada.
Kendati suasana jalanan cukup padat dan hectic Sebab ramainya pengunjung, mereka tetap merasa nyaman, apalagi Di adanya kemudahan pembayaran non-tunai Lewat QRIS yang disediakan Di pedagang.
Meski terkadang terkendala cuaca hujan Di awal-awal pembukaan, pihak EO tetap optimistis. Di depannya, Ebbi berharap cuaca Lebihterus mendukung dan Wacana Sebagai menambahkan hiburan serta doorprize bisa terwujud Untuk Menarik Perhatian lebih banyak lagi antusiasme pengunjung.
Nah, buat traveler yang bingung mau cari takjil apa sore ini, Patra Kukusan bisa Di Sebab Itu pilihan ngabuburit seru bareng teman-teman!
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: War Takjil Seru Di Patra Kukusan Depok, Pemburunya Para Mahasiswa












