Jakarta, CNN Indonesia —
Produsen Kendaraan Listrik terbang Supernal merumahkan sebanyak 80 persen karyawannya imbas restrukturisasi perusahaan. Mula milik Kendaraan Hyundai Kendaraan Bermotor Roda Dua Group yang berbasis Ke Amerika Serikat ini memangkas 296 pekerjaan Bersama pabrik Ke Orange County, Fremont, dan Mojave.
Supernal rencananya Berencana mengintegrasikan operasinya Hingga kantor pusat Ke Irvine. Kini, valuasi Mula senilai Rp28,7 triliun ini hanya Memperoleh kurang Bersama 80 karyawan.
“Keputusan ini merupakan perubahan strategis Sebagai memastikan struktur kepegawaian dan biaya kami dioptimalkan Sebagai pengiriman jangka panjang desain pesawat kami yang selaras Bersama pasar,” ujar seorang juru bicara perusahaan, seperti dikutip autoblog.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara perusahaan mengaku pemecatan karyawan tidak Berencana mengganggu kinerja perusahaan Di Menyusun Ilmu Pengetahuan Kendaraan Listrik yang Memperoleh kemampuan mengudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kendaraan Hyundai Kendaraan Bermotor Roda Dua Group tetap berkomitmen Ke Usaha Advanced Air Mobility sebagai Dibagian Bersama visi mobilitas masa depannya, dan Supernal Berencana terus berfungsi sebagai lengan pelaksana AAM khusus grup Sebagai Pembaruan pesawat,” jelasnya.
Meski begitu, Supernal Terbaru-Terbaru ini Merasakan kesulitan Di uji penerbangan pesawat eVTOL otonomnya Ke Mojave. Pesawat listrik Prototipe yang dapat lepas landas dan mendarat vertikal bernama S-A2 eVTOL ini lambat Di mendemonstrasikan Ilmu Pengetahuan terbang otonomnya Agar perusahaan harus menghentikan pengembangannya Ke September 2025.
Perusahaan lain yang berinvestasi Ke eVTOL juga Merasakan hal serupa. Anak perusahaan Airbus dan Textron telah menghentikan upaya Pembaruan eVTOL Di beberapa bulan terakhir Lantaran alasan keuangan dan keterbatasan Ilmu Pengetahuan.
Sebagai informasi, sektor Kendaraan Pribadi Pada ini Di Berusaha Mengatasi tantangan Penurunan Permintaan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Agar gelombang Pengurangan Tenaga Kerja menjadi kenyataan yang sulit dihindari.
Ke antaranya Lucid Motors yang Memperkenalkan pengurangan 12 persen tenaga kerja globalnya bulan lalu dan General Motors memberhentikan lebih Bersama 1.100 pekerja Ke dua pabrik utamanya Januari tahun ini.
(iqb/mik)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Mula Kendaraan Pribadi Terbang Milik Kendaraan Hyundai Pecat 80 Persen Karyawan











