Hingga zaman sekarang, mencuci tangan adalah prosedur medis paling dasar. Tetapi, Ke pertengahan abad Hingga-19, menyarankan seorang Ahli Kepuasan Untuk mencuci tangan bisa Dikatakan sebagai penghinaan besar. Inilah kisah tragis Dr Ignaz Semmelweis, pionir prosedur antiseptik yang hidupnya berakhir pilu Hingga Fasilitas Medis jiwa justru Sesudah ia menemukan cara menyelamatkan ribuan nyawa ibu melahirkan.
Misteri ‘Demam Nifas’ yang Mematikan
Dikutip Bersama Science History Institute, lahir Hingga Hungaria Ke 1818, Semmelweis awalnya menempuh studi hukum Sebelumnya akhirnya terjun Hingga dunia kedokteran. Sesudah lulus Ke 1844, ia bekerja Hingga departemen kebidanan Fasilitas Medis Umum Wina.
Kala itu, melahirkan adalah pertaruhan nyawa. Banyak ibu meninggal pascapersalinan akibat Gangguan misterius yang disebut “demam nifas”. Teori medis yang paling populer Di itu menyebutkan bahwa kematian tersebut disebabkan Dari miasma atau udara buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, Semmelweis menemukan kejanggalan. Hingga Fasilitas Medis tempatnya bekerja, terdapat dua bangsal persalinan:
- Bangsal Pertama: Dikelola Dari Ahli Kepuasan dan mahasiswa kedokteran. Angka kematiannya mencapai 18,27%.
- Bangsal Kedua: Dikelola Dari bidan. Angka kematiannya jauh lebih rendah.
Titik Terang Bersama Tatakan Otopsi
Titik balik terjadi Ke tahun 1847 ketika rekan sejawatnya, Jakob Kolletschka, meninggal dunia Sesudah jarinya teriris Pisau bedah Di melakukan otopsi. Tanda yang dialami Kolletschka-mulai Bersama peradangan perut hingga otak-identik Bersama Tanda demam nifas yang membunuh para ibu.
Semmelweis Mengetahui sebuah pola mengerikan: para Ahli Kepuasan dan mahasiswa sering kali datang langsung Bersama ruang otopsi Untuk memeriksa ibu hamil tanpa membersihkan tangan mereka. Ia menyimpulkan adanya “kontaminasi mayat” yang berpindah Bersama tangan Ahli Kepuasan Hingga tubuh pasien.
Ia Sesudah Itu melakukan eksperimen. Sesudah mencoba berbagai cairan, ia mewajibkan semua staf medis mencuci tangan Bersama larutan klorin (chlorinated lime). Hasilnya luar biasa: Di satu tahun, angka kematian Hingga bangsalnya merosot drastis Bersama 18% menjadi hanya 1,2%.
Dihina Dari Rekan Sejawat
Bukannya Menyambut Apresiasi, penemuan Semmelweis justru memicu kemarahan komunitas medis. Para Ahli Kepuasan Di itu merasa tersinggung jika disebut sebagai pembawa Gangguan dan ‘pembunuh’ pasien mereka sendiri. Atasannya, Johann Klein, tetap bersikukuh bahwa demam nifas disebabkan Dari udara buruk, bukan tangan kotor.
Lantaran tekanan dan perlakuan buruk Bersama rekan-rekannya, Semmelweis akhirnya dipecat Bersama Fasilitas Medis Umum Wina Ke 1849. Ia kembali Hingga Hungaria dan terus berjuang menyebarkan idenya, termasuk menerbitkan Bacaan The Etiology, Concept and Prophylaxis of Childbed Fever Ke 1861.
Akhir Hayat Hingga Fasilitas Medis Jiwa
Penolakan masif Bersama dunia internasional membuat Kesejajaran mental Semmelweis terguncang. Ia merasa dihantui Dari “pembantaian” ibu-ibu yang seharusnya bisa diselamatkan jika para Ahli Kepuasan mau mencuci tangan.
Di salah satu surat terbukanya, ia menulis Bersama penuh amarah: “Merenggut Nyawa ini harus diakhiri… Siapa pun yang berani mempromosikan doktrin berbahaya tentang demam nifas Berencana mendapati saya sebagai lawan yang teguh.”
Frustrasi dan depresi membawanya Hingga Fasilitas Medis jiwa Hingga Oberdöbling Ke 1865. Tragisnya, ia meninggal dunia Hingga sana Ke usia 47 tahun, diduga akibat Gangguan Menyebar luka Sesudah dipukuli Dari penjaga Fasilitas Medis. Ia tewas akibat Gangguan Menyebar sepsis, Gangguan yang sama yang ia coba perangi seumur hidupnya.
Pahlawan yang Terlambat Diakui
Dunia Terbaru mengakui kebenaran Semmelweis Sesudah Louis Pasteur membuktikan “Teori Kuman” bertahun-tahun Sesudah Itu. Ahli bedah Terbaru mulai rutin mencuci tangan Ke 1870-an, dan panduan resmi cuci tangan Hingga Amerika Serikat Terbaru masuk protokol Kesejajaran nasional Ke tahun 1980-an.
Kini, sosok yang dulu dimusuhi itu dihormati sebagai pahlawan. Universitas Kedokteran Budapest Justru mengubah namanya menjadi Semmelweis University sebagai bentuk penghormatan atas kegigihannya yang menyelamatkan nyawa jutaan ibu Hingga seluruh dunia.
Halaman 2 Bersama 3
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kisah Tragis Ignaz Semmelweis, Ahli Kepuasan yang Dikatakan Gila Lantaran Pelopori Cuci Tangan











