Tubuh membutuhkan asupan Makanan Bagi menghasilkan energi. Wajar jika Berencana merasa lapar lagi Untuk beberapa jam Setelahnya makan.
Tetapi, jika kamu sering merasa lapar sekalipun Setelahnya makan, hal ini Mungkin Saja ada masalah yang berkaitan Bersama Kesejajaran.
Rasa lapar terus-menerus bisa menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan Gizi tertentu, seperti protein, serat, atau lemak. Selain faktor Makanan, Ritme Tidur dan tingkat Tekanan juga memegang peran Kunci Untuk mengontrol nafsu makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli gizi Julia Zumpano, RD, LD, menjelaskan rasa lapar fisik biasanya muncul dua jam Setelahnya makan terakhir.
“Anda merasakan tanda fisik seperti perut keroncongan, energi menurun, hingga merasa atau gelisah,” jelas Zumpano dikutip Untuk Cleveland Clinic.
Tetapi, Zumpano mengingatkan adanya ‘lapar emosional’ yang dialami Disekitar 90 persen orang.
“Jika Anda spesifik Mencari cokelat atau keripik, itu bukan lapar. Anda hanya mencari Makanan Bagi memenuhi emosi,” sambungnya.
Berikut delapan alasan seseorang bisa merasa lapar lagi, meski sudah makan:
1. Kurang Asupan Protein
Protein, karbohidrat, dan lemak adalah tiga makronutrien utama. Protein berfungsi memperlambat laju glukosa, Agar energi dilepaskan secara bertahap.
“Pada protein dipadukan Bersama karbohidrat kompleks. Anda Berencana merasa lebih Tenteram dan puas,” tutur Zumpano.
Selain daging, protein juga bisa didapatkan Untuk telur, susu, tahu, hingga kacang-kacangan.
2. Kurang Tidur
Tidur 7-9 jam sehari sangat krusial. Kurang tidur dapat Meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.
Tubuh lelah sering kali mengirimkan sinyal lapar, padahal yang sebenarnya dibutuhkan adalah istirahat.
3. Terlalu Banyak Karbohidrat Olahan
Makanan Untuk tepung terigu atau beras putih, termasuk kue dan permen, cepat Meningkatkan gula darah, tetapi juga cepat menurunkannya.
“Pada lelah, kita cenderung mencari gula Bagi energi instan, bukan sumber energi alami,” lanjutnya.
4. Pola Makan Rendah Lemak Sehat
Lemak sehat seperti omega-3 Ke ikan salmon, kenari, atau biji rami membantu mengendalikan nafsu makan. Jika kekurangan lemak, tubuh Berencana terus menagih karbohidrat dan gula.
5. Kurang Sehat
Serat Untuk buah, sayuran, dan oat berfungsi merangsang hormon penekan nafsu makan.
“Serat mengembang Hingga perut dan merangsang perasaan kenyang lebih cepat,” tutur Zumpano.
6. Makan Sambil Teralihkan (Distracted Eating)
Makan sambil menonton atau bermain Telepon Genggam membuat otak tidak mencatat Karya makan Bersama benar. Bagi menghindarinya, Zumpano menyarankan kontrol porsi yang ketat Sebelumnya seseorang mulai makan sambil melakukan Karya lain.
7. Dehidrasi
Sering kali, tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Sebelumnya mencari camilan, pastikan kebutuhan air putih harian yaitu 1,9 liter terpenuhi.
8. Faktor Tekanan
Banyak orang melarikan Tekanan Hingga Makanan atau stress eating. Zumpano menyarankan Metode pernapasan Untuk, berjalan kaki menghirup udara segar, atau melakukan Kegemaran, seperti membaca Bagi meredakan Tekanan tanpa melibatkan kalori tambahan.
Memang merasa lapar adalah hal normal Sebab tubuh butuh energi. Tetapi, jika sering merasa lapar, Zumpano menyarankan Bagi makan Untuk porsi kecil setiap 2-3 jam Bersama pilihan Makanan utuh (whole food).
“Carilah camilan seperti telur rebus, apel Bersama selai kacang, atau biskuit gandum yang mengandung karbohidrat kompleks, serat, dan protein,” pungkasnya.
Halaman 2 Untuk 3
(sao/suc)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Perut Masih Lapar Meski Sudah Makan? Mungkin Saja Ini Biang Keroknya











