Tepat enam tahun lalu, Organisasi Kesejaganan Dunia (WHO) membunyikan alarm tertinggi Internasional Di Patogen Corona mulai menyebar Di seluruh penjuru dunia. Meski Penyebara Nmassal telah mereda, WHO mengingatkan masih ada ancaman Gangguan yang Berpotensi Untuk menjadi Penyebara Nmassal Ke masa mendatang.
“Penyebara Nmassal mengajarkan kita bahwa ancaman Internasional menuntut respons Internasional. Solidaritas adalah imunitas terbaik,” tegas Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus Untuk sidang eksekutif Ke Jenewa, Senin (2/2/2026).
Dari COVID-19 melumpuhkan ekonomi dunia, ada beberapa langkah konkret yang telah diambil Untuk memperkuat benteng Kesejaganan Internasional:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Pemanfaatan AI: WHO kini menggunakan sistem kecerdasan buatan (AI) yang terhubung Di lebih Di 110 Bangsa Untuk mendeteksi ancaman Gangguan Terbaru secara lebih cepat.
- Perjanjian Penyebara Nmassal Internasional: Ke Mei 2025, dunia mencetak sejarah Di Memperkenalkan WHO Pandemic Agreement Untuk memastikan keadilan akses Proteksi dan Terapi-obatan Ke masa Di.
- Dana Penyebara Nmassal (Pandemic Fund): Dana sebesar US$ 1,2 miliar (Disekitar Rp 18,9 triliun) telah disalurkan Untuk memperkuat laboratorium dan tenaga medis Ke 98 Bangsa.
- BioHub dan Genomic Sequencing: Lebih Di 110 Bangsa kini mampu melakukan pelacakan genetik Patogen secara mandiri, sebuah kemajuan pesat dibanding enam tahun lalu.
Sukses ini terlihat Ke penanganan wabah Ebola dan Marburg Terbaru-Terbaru ini Ke Afrika, yang berhasil dipadamkan Untuk waktu singkat berkat kesiapan institusi nasional.
Peringatan Keras: Biaya Kesejaganan Dipangkas
Ke Di bayang-bayang ancaman Penyebara Nmassal berikutnya, banyak Bangsa justru mulai lupa. Gaya Di ini Menunjukkan Biaya Kesejaganan mulai dialihkan kembali Untuk kepentingan Lini Di dan Keselamatan nasional. WHO menilai langkah ini sangat berisiko.
“Ini adalah pandangan yang sempit. Penyebara Nmassal adalah ancaman Keselamatan nasional. Berinvestasi Untuk kesiapan berarti menyelamatkan nyawa, melindungi ekonomi, dan menstabilkan Komunitas,” tulis pernyataan resmi WHO.
WHO mendesak seluruh pemerintah Ke dunia Untuk tidak lengah. Mengingat patogen tidak mengenal perbatasan Bangsa, tidak ada satu pun Bangsa yang bisa menangani Penyebara Nmassal sendirian.
Dunia kini Lagi berpacu Di waktu Untuk memfinalisasi sistem Pathogen Access and Benefits Sharing (PABS) Sebelumnya majelis Kesejaganan dunia tahun ini. Tujuannya agar Di “Disease X” atau Penyebara Nmassal berikutnya menyerang, tidak ada lagi Bangsa yang kesulitan Merasakan Proteksi atau Terapi.
Halaman 2 Di 2
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 6 Tahun Berlalu Dari Penyebara Nmassal COVID-19, WHO Wanti-wanti soal Ini











