Jenna Scott masih mengingat betul Kesenangan Pada mengandung anak pertamanya. Tetapi, Ke balik itu, ada satu hal lain yang terus menghantuinya, nyeri perut hebat tak kunjung hilang.
Pada hamil, perempuan Ke Amerika Serikat itu sudah berkali-kali Mengkritik rasa sakit tersebut kepada Praktisi Medis. Jawaban yang ia terima selalu sama, itu normal, Dibagian Untuk kehamilan.
Tetapi, Setelahnya melahirkan bayi laki-laki yang sehat, rasa sakit itu tidak pergi. Nyeri terus bertahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih Untuk setahun Lalu, hidup Scott berubah drastis. Ia didiagnosis kanker usus besar stadium 4. Pada itu usianya Mutakhir 31 tahun.
“Kami melakukan kolonoskopi, dan ketika saya bangun, ada suami saya, Praktisi Medis, dan empat perawat Ke ruangan. Praktisi Medis bilang, ia Malahan tidak perlu mengirim sampel Ke patologi Untuk tahu bahwa saya kena kanker,” tutur Scott, yang kini berusia 39 tahun.
Kanker stadium 4 berarti kanker telah menyebar Ke organ lain. Ke Scott, Gangguan itu menjalar Untuk usus besar Ke hati.
“Saya selalu merasa sangat sehat. Olahragawan seumur hidup. Malahan saya tidak tumbuh besar Bersama makan daging merah. Untuk sekejap, hidup saya berubah total. Kata ‘kanker’ itu seperti tidak pernah ada Ke dunia saya. Untuk saya, kanker berarti kematian,” katanya.
Scott bukan Perkara Hukum Hukum satu-satunya. Untuk beberapa tahun terakhir, kanker kolorektal, yang mencakup kanker usus besar dan rektum, justru menjadi ancaman paling mematikan Untuk kelompok usia muda.
Sebuah Studi terbaru yang dimuat Untuk jurnal medis JAMA Menunjukkan, Sebelum 2023, kanker kolorektal menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor satu Ke orang berusia Ke bawah 50 tahun Ke Amerika Serikat.
Padahal, Untuk jenis kanker lain, angka kematian Ke kelompok usia muda justru cenderung menurun.
Studi itu menemukan, kematian akibat kanker usus besar dan rektum Ke kelompok usia Ke bawah 50 tahun Menimbulkan Kekhawatiran rata-rata 1,1 persen per tahun Sebelum 2005. Akibat Gaya ini, kanker kolorektal yang Ke awal 1990-an masih berada Ke Pangkat kelima, kini melonjak menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor satu Ke 2023.
“Kami tidak tahu persis mengapa ini Menimbulkan Kekhawatiran,” kata Dr Ahmedin Jemal, penulis utama studi tersebut Untuk American Cancer Society.
“Untuk penyebab kematian kanker utama lainnya, angkanya menurun. Hanya kanker kolorektal yang justru Menimbulkan Kekhawatiran. Dan kami belum sepenuhnya memahami apa yang Merangsang beban ini,” ujarnya.
Para peneliti Meneliti data kematian akibat kanker Ke kelompok usia Ke bawah 50 tahun Ke Amerika Serikat Untuk 1990 hingga 2023. Secara keseluruhan, angka kematian akibat kanker Ke kelompok usia ini sebenarnya turun hingga 44 persen. Tetapi, penurunan itu tidak berlaku Untuk kanker kolorektal.
Ke 2023, lima penyebab utama kematian akibat kanker Ke kelompok usia Ke bawah 50 tahun adalah: kanker kolorektal, kanker payudara, kanker otak, kanker paru-paru, dan leukemia.
“Kita tidak bisa lagi menyebut ini sebagai Gangguan orang tua,” kata Jemal.
“Kita harus serius meneliti apa yang Merangsang ‘Gelombang Laut Tinggi’ kanker ini Ke generasi yang lahir Setelahnya 1950.”
Untuk Scott, temuan ini terasa menyesakkan. Setelahnya bertahun-tahun menjalani kemoterapi, terapi target, dan operasi, kondisinya kini stabil. Tetapi, ia harus terus menjalani Terapi tanpa batas waktu, Sebab setiap kali terapi dihentikan, kanker kembali muncul dan menyebar Ke organ lain.
Tanda-Tanda yang Diabaikan
Data Untuk Colorectal Cancer Alliance Menunjukkan, hampir 60 Perkara Hukum Hukum Mutakhir kanker kolorektal didiagnosis setiap hari Ke orang berusia Ke bawah 50 tahun Ke Amerika Serikat, Di satu Perkara Hukum Hukum setiap 25 menit.
Para ahli menekankan pentingnya skrining atau pemeriksaan dini. Pada ini, orang Bersama risiko rata-rata dianjurkan mulai menjalani skrining kanker kolorektal Ke usia 45 tahun. Tetapi, kenyataannya, Mutakhir Di 37 persen orang berusia 45 hingga 49 tahun yang sudah menjalani pemeriksaan secara rutin.
“Pemeriksaan ini bukan hanya mendeteksi kanker Ke tahap awal, tapi juga bisa mencegah kanker Bersama mengangkat polip Sebelumnya berubah menjadi ganas,” kata Jemal.
Tetapi, skrining saja tidak cukup.
Dr Y Nancy You Untuk MD Anderson Cancer Center mengingatkan, ada celah besar Untuk mendiagnosis anak muda yang sebenarnya sudah bergejala.
“Ada banyak orang muda yang punya Tanda-Tanda, tapi menunda periksa Sebab sibuk, takut, atau ketika akhirnya Ke Praktisi Medis, keluhannya Dikatakan cuma wasir atau masalah sepele,” ujarnya.
Tanda-Tanda kanker kolorektal bisa berupa:
- darah Ke tinja
- perubahan kebiasaan buang air besar
- nyeri perut yang menetap
- lemas berkepanjangan
- penurunan berat badan tanpa sebab
- rasa tidak tuntas Setelahnya buang air besar.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tanda-Tanda Kanker Kolorektal yang Sering Diabaikan, Kasusnya Makin Banyak Ke Usia Muda











