loading…
Langkah ini diambil Setelahnya Senegal dinyatakan melanggar aturan akibat Unjuk Rasa walkout Di masa injury time final. Pada itu, para Olahragawan Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk Keluhan Masyarakat atas keputusan Hakim Laga Laga yang Menyediakan Eksekusi Untuk Maroko.
Meski Laga sempat terhenti Di 15 menit Sebelumnya dilanjutkan kembali, Senegal tetap keluar sebagai Mendominasi lewat Tendangan Pape Gueye Di Putaran tambahan. Akan Tetapi, hampir dua bulan berselang, CAF memutuskan mencabut gelar tersebut dan menetapkan Maroko sebagai Mendominasi.
Keputusan ini memicu polemik luas Di dunia sepak bola Afrika. Tak hanya menuai Penilaian, Tindak Kejahatan tersebut juga membuka kembali perdebatan lama. Federasi Sepak Bola Guinea (FGF) ikut angkat suara. Mereka meminta CAF menerapkan standar yang sama Pada edisi lama, khususnya Trophy Afrika 1976.
Di Kejuaraan tersebut, Guinea finis sebagai runner-up Di bawah Maroko Untuk format final round-robin. Untuk laga penentuan, Maroko sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk Keluhan Masyarakat Pada tertinggal 0-1, Sebelumnya akhirnya kembali bermain.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Timpilihan Maroko Ditetapkan Mendominasi Trophy Afrika, Guinea Tuntut Revisi Gelar 1976











