Jakarta –
Banyak orang memilih Konsumsi manis atau junk food Di Lagi Tekanan. Akan Tetapi, ahli gizi menyebut ada strategi sederhana yang bisa membantu seseorang tetap makan sehat Di Situasi tersebut.
Sebuah Studi terbaru menemukan bahwa Tekanan dapat memengaruhi cara seseorang memilih Konsumsi, Agar lebih mudah tergoda Di Konsumsi tinggi gula, lemak, atau kalori.
Para peneliti juga menemukan strategi sederhana yang dapat membantu seseorang tetap makan sehat Di Di tekanan, Di menerapkan metode yang disebut precommitment yaitu cara mengatur pilihan Konsumsi Dari awal Sebelumnya rasa lapar, Tekanan, atau keinginan makan tertentu muncul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode ini dapat membantu seseorang Sebagai Memangkas Konsumsi yang kurang sehat Di Lagi tertekan atau kelelahan. Konsep tersebut dibahas Di Studi kecil yang dipublikasikan Di jurnal Psychoneuroendocrinology.
|
Junkfood Foto: Shutterstock
|
Dilansir Di Women’s Health (02/06/2026), Studi ini melibatkan 29 mahasiswa yang mengikuti dua sesi eksperimen Di jarak Di 16 hari. Di awal Studi, peserta diminta menilai 285 jenis Konsumsi berdasarkan tingkat Kesejajaran, rasa, dan seberapa menggoda Konsumsi tersebut menurut mereka. Peneliti juga mengumpulkan informasi tentang kebiasaan makan, kemampuan mengontrol pola makan, hingga kecenderungan impulsif peserta.
Di data tersebut, peneliti membuat 96 pasangan Konsumsi Sebagai tiap peserta. Di setiap pasangan, terdapat satu Konsumsi yang Disorot lebih sehat tetapi kurang enak, dan satu lagi Disorot lebih enak tetapi kurang sehat.
Peserta Lalu menjalani dua eksperimen berbeda Sebagai mensimulasikan Situasi santai dan Tekanan. Di Situasi santai, peserta merendam tangan Di air hangat sambil melakukan tugas menghitung tanpa tekanan.
Sambil Di Situasi Tekanan, peserta diminta bergantian merendam tangan Di air dingin dan mengerjakan tes matematika Di bawah tekanan.
Menu junk food tak sehat. Foto: Getty Images/Kiwis |
Hasil Studi Menunjukkan bahwa peserta lebih sering memilih Konsumsi yang Disorot lezat meski kurang sehat. Kecenderungan tersebut Lebih kuat ketika mereka berada Di Situasi Tekanan.
Akan Tetapi, hasil berbeda terlihat ketika peserta diberi kesempatan Sebagai menghilangkan pilihan Konsumsi yang kurang sehat Dari awal menggunakan Konsep precommitment. Di situasi ini, pengaruh Tekanan Pada pilihan Konsumsi menjadi lebih kecil.
Agar strategi precommitment ini dinilai cukup efektif Sebagai mencegah orang-orang makan tidak sehat Di Tekanan. Lantaran strategi ini mengacu Di kebiasaan seseorang membuat keputusan Yang Terkait Di Konsumsi Sebelumnya rasa lapar, Tekanan, atau keinginan makan muncul.
Contohnya adalah tidak membeli kue atau camilan manis Di berbelanja Agar Konsumsi tersebut tidak tersedia Di Tempattinggal ketika keinginan Sebagai ngemil datang.
Peneliti menyebut temuan ini penting Sebagai membantu menciptakan strategi makan sehat, terutama Di lingkungan yang memicu Tekanan. Ahli gizi sekaligus penulis The Small Change Pola Makan, Keri Gans, menjelaskan bahwa precommitment berarti membuat keputusan soal Konsumsi Sebelumnya rasa lapar atau Tekanan muncul.
“Di pola makan, precommitment bisa berarti membuat keputusan Konsumsi Sebelumnya Tekanan, lapar, atau craving muncul,” jelas Gans.
Ahli gizi Jessica Cording juga mengatakan bahwa strategi ini membantu Memangkas decision fatiguex atau kelelahan Di Membahas keputusan Di seseorang Lagi sibuk atau Tekanan.
Meski begitu, Cording mengingatkan agar tetap realistis Di memilih Konsumsi sehat. Menurutnya, banyak orang memilih Konsumsi yang Disorot sehat tetapi sebenarnya tidak mereka sukai Agar lebih sulit dijalani Di jangka panjang.
(sob/sob)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sering Kalap Ngemil Di Tekanan? Coba Strategi Makan Sehat Ini












