Wisata  

Potret Negeri-Negeri yang Tidak Punya Kebun Binatang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya Di sini!

bg-escape

detikTravel

Sabtu, 15 Agu 2026 05:03 WIB

Jakarta – Negeri-Negeri ini tidak punya kebun binatang Dari resmi berdiri. Ada dua alasan, Sebab keterbatasan dan memang secinta itu sama satwa.

Basilica of St. Peter in a summer day in Vatican

Negeri terkecil Di dunia ini tidak Memperoleh lahan terbuka hijau buatan Sebagai satwa liar, melainkan hanya diisi Didalam kompleks gereja, museum, dan taman botani kecil. (Getty Images/bloodua)

San Marino

Didalam luas hanya 61,2 km², San Marino adalah Negeri terkecil kelima Di dunia. Sebagian besar Daerah San Marino didominasi Didalam Gunung Titano dan perbukitan terjal berbatu, Supaya sangat tidak ideal Sebagai membangun Markas-Markas datar kebun binatang. (Getty Images/iStockphoto)

Pulau Nauru di Kepulauan Pasifik

Sebagai Negeri pulau terkecil Di dunia Didalam luas Daerah hanya 21 kilometer persegi, Situasi lingkungan dan geografis Nauru tidak Memperoleh kebun binatang, taman safari atau pun suaka margasatwa. (Forbes)

Aerial view of Funafuti, Tuvalu’s most populous island, showing the port and main town of Fongafale, September 6, 2024. Picture taken through plane window. REUTERS/Kirsty Needham

karang kecil (atoll). ) yang sangat sempit dan memanjang. Titik tertingginya hanya Di 4,6 hingga 5 meter Di atas permukaan laut, sangat tidak efisien Sebagai merawat berbagai satwa Untuk satu tempat. (REUTERS/Kirsty Needham)

Lokasi geografis negara dunia yang berbeda-beda turut menentukan waktu perayaan pergantian tahun. Berikut negara yang rayakan tahun baru pertama dan terakhir.

Kiribati berada sangat terpencil Di Samudra Pasifik. Didalam luas 811 km persegi, Negeri ini terpecah menjadi 32 pulau atol kecil. Struktur tanahnyaa tidak subur dan Merasakan krisis air tawar, Supaya Berencana sangat menyiksa satwa kebun binatang seperti mamalia besar. (Getty Images/iStockphoto/EvaKaufman)


&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp


`;
constructor() {
super();
this.attachShadow({ Tren: “open” });
this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html;
}
async connectedCallback() {
// Handle share button clicks
this.shadowRoot
.querySelectorAll(“.cb-rekomendit__share-btn”)
.forEach((btn) => {
btn.addEventListener(“click”, (e) => {
e.preventDefault();
e.stopPropagation();
const url = btn.getAttribute(“data-url”);
const title = btn.getAttribute(“data-title”);
if (navigator.share) {
navigator
.share({
title: title,
url: url,
})
.catch(console.error);
} else {
// Fallback: Copy to clipboard
navigator.clipboard.writeText(url).then(() => {
alert(“Link copied to clipboard!”);
});
}
});
});
}
}
customElements.define(“cb-rekomendit”, CbRekomenditDesktop);


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Potret Negeri-Negeri yang Tidak Punya Kebun Binatang