Jakarta, CNN Indonesia —
Komunitas moge Sepeda Harley-Davidson, Hogers Indonesia, buka suara Yang Berhubungan Didalam salah satu anggotanya yang kini ditetapkan sebagai Individu Terduga usai menabrak bocah 10 tahun hingga tewas Hingga Toraja.
Untuk keterangan tertulisnya, Yudi Djadja, Direktur Hogers Indonesia menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan atas musibah kecelakaan lalu lintas yang Ke Kamis (30/4) Hingga Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.
“Secara khusus, Untuk lubuk hati yang paling Untuk, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua dan keluarga besar Almarhum ananda J. Kami Memahami sepenuhnya bahwa tidak ada kata-kata, materi, maupun tindakan apa pun yang mampu mengobati luka dan menggantikan kehilangan yang teramat berat ini,” kata Yudi dikutip Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Doa terbaik kami panjatkan, semoga Almarhum ananda J diberikan tempat paling mulia Hingga sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga besar yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan Hingga masa yang sangat berat ini,” sambung dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih Jelas, ia menyampaikan sejumlah Nilai sebagai pernyataan resmi yang mengatasnamakan komunitasnya Yang Berhubungan Didalam Peristiwa Pidana tersebut. Kata dia ini sebagai bentuk pertanggungjawaban moral serta mencegah kesimpangsiuran informasi Hingga Di Kelompok.
Ia mengatakan anggotanya selalu kooperatif, dan memenuhi tanggung jawab moral serta adat secara penuh. Kini juga Di mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan Dari Kepolisian. Pihaknya pun menghormati kewenangan aparat penegak hukum dan mendukung proses penegakan hukum sesuai Syarat peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lalu, kata Yudi pihaknya Memahami peristiwa ini telah membawa duka Bagi Kelompok Toraja yang Memiliki nilai-nilai Kekayaan Budaya Dunia dan kekerabatan luhur.
Karenanya, kami berkomitmen penuh Bagi terus menjalin komunikasi kekeluargaan Didalam tulus, serta menghormati dan tunduk Ke setiap tahapan penyelesaian berdasarkan kearifan adat istiadat setempat, yang berlaku Bagi keluarga besar korban.
Lanjut dia, fokus utama Di ini adalah memastikan anggotanya memenuhi seluruh kewajiban moral dan kooperatif Didalam aparat berwenang.
“Bersamaan Didalam itu, organisasi juga Di menjalankan proses evaluasi internal Yang Berhubungan Didalam peristiwa ini, Didalam mengacu Ke Syarat yang berlaku Hingga organisasi kami,” kata dia.
“Kami juga memohon empati bersama Bagi tidak menyebarkan foto maupun video Untuk lokasi kejadian tanpa Pendeteksi, Bagi menjaga perasaan dan trauma keluarga korban. Demikian pernyataan resmi ini kami sampaikan Didalam penuh rasa hormat,” ucap Yudi menambahkan.
Polisi telah menetapkan pemilik Kendaraan Bermotor Roda Dua gede (moge) jenis Harley Davidson inisial RR (42) sebagai Individu Terduga Untuk Peristiwa Pidana kecelakaan yang menewaskan seorang anak berusia 10 tahun Hingga Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi Ke Kamis (30/4), Disekitar pukul 17.00 WITA.
Kejadian bermula Di Individu Terduga–Hingga Untuk rombongan moge–mengendarai sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua jenis Harley Davidson Heritage bergerak Untuk arah Kota Palopo Ke Rantepao, Kabupaten Toraja Utara.
Rombongan touring moge itu terdiri atas 15 kendaraan. Tetapi, Di berada Hingga lokasi kejadian, diduga Individu Terduga lepas kendali hingga menabrak anak berusia 10 tahun. Meski sempat dilarikan Hingga Puskesmas, tapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Penyidik Akansegera menjerat Individu Terduga pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Kini, Individu Terduga telah ditahan Hingga Polres Toraja Utara.
(ryh/mik)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Komunitas Sepeda Harley-Davidson Buka Suara Usai Member Tabrak Anak Hingga Toraja









