Jakarta –
Gubernur Bali Wayan Koster membicarakan tentang keberadaan komunitas Berlari bule Di Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali hari ini. Dia mengatakan tidak ada indikasi rasisme Untuk Kegiatan mereka.
Adalah komunitas Berlari bernama Entourage Bali itu yang dinilai melakukan rasisme kepada WNI. Komunitas itu Melakukan Peristiwa Berlari yang disebut-sebut menolak WNI ikut serta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya dapat laporan itu ternyata tidak seperti yang diberitakan. Orang Indonesia ada, Karena Itu tidak benar itu rasis,” kata Koster Di memberi keterangan Di Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026) dikutip Didalam detikBali.
Menurut Koster, Di ini sudah tidak ada komunitas-komunitas eksklusif yang beranggotakan warga Negeri Asing (WNA) Di Bali. Koster menegaskan tidak ada larangan Sebagai Melakukan kegiatan Berlari bersama asalkan mematuhi aturan serta menjaga ketertiban.
“Tidak ada hal yang perlu dirisaukan sepanjang dia tidak mengganggu. Ini kan dilakukan pagi hari, kan nggak ada masalah. Biasa aja, kita juga sering Berlari,” kata Koster.
Gubernur dua periode itu mengatakan Kemakmuran Di Bali Di ini masih kondusif dan aman. Koster menegaskan intensitas pengawasan Berencana terus ditingkatkan sesuai fungsi masing-masing instansi.
“Bapak Kapolda, Bapak Danrem, Bapak Kajati, semua itu Untuk rangka menjaga agar Bali ini tetap terjaga Didalam baik sebagai destinasi wisata utama dunia,” kata Koster.
Encounter Melakukan Peristiwa Berlari Bali Silent Disco dan dipastikan melanggar aturan keimigrasian dan sarat diskriminasi Pada warga lokal. Tak hanya diskriminatif, Kegiatan Skuat Berlari itu juga kerap dikeluhkan lantaran mengganggu kenyamanan Di jalan raya.
Nah, sejumlah pendaftar Didalam nomor telepon awalan +62 atau warga Negeri Indonesia kabarnya ditolak Sebagai bisa bergabung Didalam grup WhatsApp (WA) komunitas itu.
Dugaan diskriminasi Didalam komunitas WNA itu juga ramai diberitakan media Asing. Belakangan, Direktorat Jenderal Perpindahan Penduduk turun tangan hingga berujung pencekalan Pada dua orang Belanda yang diduga menjadi penyelenggara event Berlari komunitas Asing itu.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Komunitas Berlari Bule Di Canggu Disorot, Koster: Tidak Benar Itu Rasis









