Jakarta –
Pernahkah traveler merasa jika perjalanan pergi terasa lebih lama jika dibandingkan Didalam perjalanan pulang. Ternyata, ada penjelasan ilmiah Di balik Trend Populer itu.
Sepanjang perjalanan pergi Di sebuah tempat tujuan, traveler Akansegera merasa waktu tempuhnya lebih lama Untuk sampai. Tetapi, yang Memikat, ketika pulang malah perjalanan terasa lebih cepat dibanding Di berangkat.
Yang Berhubungan Didalam perasaan Di perjalanan ini ternyata merupakan sesuatu yang wajar, Malahan ada alasan ilmiahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manusia Memiliki perasaan yang subjektif Di waktu. Itu Sebab perasaan kita dipengaruhi Didalam lingkungan Disekitar, suasana hati, dan kegiatan Ke Di itu.
Nah, perasaan subjektif itu juga yang ternyata menciptakan efek perbedaan waktu perjalanan pulang-pergi yang dirasakan Didalam traveler.
Efek perjalanan pergi lebih lama ini lebih terasa ketika seseorang pergi Di tempat Foreign, tidak familiar, atau Malahan Mutakhir pertama kali dikunjungi.
Kenapa perjalanan pergi terasa lebih lama dibandingkan ketika perjalanan pulang?
Dilansir Didalam The Washington Post, beberapa psikolog sudah menyimpulkan teori yang menjawab pertanyaan ini. Salah satu penyebabnya adalah Sebab efek perjalanan pulang-pergi ini berkaitan Didalam sikap seseorang Di memperhatikan waktu.
Ketika kita lebih ‘menghitung’ atau memperhatikan tiap menit yang berlalu, maka waktu Akansegera terasa berjalan lambat. Nah, sama halnya ketika kamu lagi terlambat, buru-buru, atau terjebak macet.
Biasanya Di Kebugaran seperti ini seseorang Akansegera lebih sering memeriksa jam tangan sambil merasa cemas Sebab waktu terkesan sangat lambat.
Begitupun Sebagai Gantinya, ketika kita terdistraksi Didalam sesuatu yang lebih Memikat atau asyik menikmati momen tanpa terburu-buru, maka waktu rasanya cepat berlalu.
Seperti yang pernah dikatakan Didalam pepatah zaman dulu, ‘Waktu berlalu ketika anda bersenang-senang’. Ini sangat menggambarkan teori tersebut.
Teori ini Lalu mengarahkan pemahaman kita bahwa situasi yang Di berlangsung bisa memengaruhi persepsi kita Di waktu. Waktu terasa lebih cepat ataupun lebih lambat, tergantung Ke apa yang kita lakukan.
Di Di Itu ada alasan lain mengenai efek perjalanan pulang-pergi, yang sudah sempat disinggung Di atas, yaitu seberapa familiarnya kita Didalam tempat yang Akansegera dituju.
Pada Di tempat yang belum pernah kita kunjungi, perjalanan Akansegera terasa lebih lama. Ke Di Yang Sama, ketika pulang kok rasanya cepat sekali.
Hal ini bisa Karena Itu Sebab ketika berangkat, kita belum mengenali jalanan tersebut. Sedangkan ketika pulang, kita sudah melihat beberapa landmark (spot yang mudah dikenali) atau Malahan mulai hafal Didalam rute dan jalanan. Makanya, efek ini kurang terasa ketika pergi Di tempat yang sering kita datangi.
Mungkin Saja sejumlah penjelasan Di atas tidak serta merta menjelaskan efek perjalanan pulang-pergi ini secara keseluruhan, tetapi beberapa Eksperimen mengonfirmasi bahwa seseorang bisa merasakan efek serupa ketika berada Di Area yang tidak mereka kenal.
Di salah satu artikel ilmiah bertajuk ‘The Return Trip Effect: Why the Return Trip Often Seems to Take Less Time’, penulis mengatakan bahwa ketika respondennya sangat sering melakukan perjalanan Di rute yang sama, mereka sudah punya ekspektasi akurat mengenai waktu tempuh yang dibutuhkan.
Karena Itu bisa disimpulkan, efek perjalanan pulang-pergi dipengaruhi banyak faktor. Eksperimen mempertegas bahwa efek ini disebabkan Sebab perasaan manusia Di waktu itu subjektif.
——–
Artikel ini telah tayang Di CNN Indonesia.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kenapa Perjalanan Pergi Terasa Lebih Lama Dibandingkan Perjalanan Pulang?











