Bandung –
Gara-gara ulah offroader yang melakukan Kegiatan ilegal, objek wisata alam Nyawang Bandung ditutup Sambil Di Perhutani mulai Kamis (19/2).
Objek wisata yang berada Ke Kampung Cipariuk, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu ditutup Sambil Di alasan Keluhan Masyarakat yang dilayangkan warga setempat Lantaran terdampak Kegiatan offroader, baik Kendaraan Bermotor Roda Dua maupun Kendaraan Pribadi.
Offroader ilegal yang akses keluarnya Lewat objek wisata Nyawang Bandung, merusak akses jalan warga hingga sumber air bersih yang penting Untuk warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan objek wisata itu ditandai Di pemasangan banner Ke dua akses masuk via Barunagri dan Lembang Asri, Desa Sukajaya. Masih ada juga papan blokade akses yang dibuat swadaya Di warga sebagai suara Keluhan Masyarakat mereka.
“Hari ini bersama mitra wisata Safari Hutan Landy, melaksanakan pemasangan banner penutupan Sambil objek wisata Nyawang Bandung,” kata Asisten Perhutani (Asper) Ke Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, Cucu Supriatna Di ditemui, Kamis (19/2).
Di depannya, Perhutani juga Berencana memasang dua portal sebagai langkah Menantikan adanya Kegiatan offroader ilegal yang keluar Di objek wisata Nyawang Bandung.
“Sesudah Itu kedepannya Berencana kita buat portal, supaya tidak bisa lewat sembarangan. Kita Berencana buat 2 portal sesuai adanya akses masuk, nanti Berencana dipilih titiknya,” kata Cucu.
Cucu mengakui ada Kegiatan offroader ilegal yang masuk Di Area Cikole, Lembang Sesudah Itu keluar Ke Nyawang Bandung. Padahal akses itu bukan jalur yang seharusnya dilalui Di offroader.
“Kami tidak menutup mata, memang ada kerusakannya seperti jalan para petani rumput, Sesudah Itu pipanisasi. Tapi itu sudah Di progres perbaikan Di Safari Hutan, Kendati sebetulnya bukan mereka yang berkonflik Di warga,” kata Cucu.
Sampai Sekarang belum ada tindakan tegas Yang Terkait Di keberadaan offroader liar. Sebab offroader yang resmi, berada Ke bawah naungan mitra Perhutani, yakni Safari Hutan. Sambil mereka yang ilegal, sulit terdata dan terdeteksi.
“Offroader liar itu Sampai Sekarang memang belum ada sanksinya, tapi kami harapkan mereka bisa koordinasi Malahan terlibat Ke safari hutan. Lantaran jalur yang dipakai Sebagai wisata itu safari hutan, itu Di Cikole itu kurang lebih 9 kilometer,” kata Cucu.
Sambil Itu, Dadang, tokoh Komunitas Kampung Cipariuk, mengaku sudah ada komunikasi Sebagai menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan warga. Di ini mereka Di menjalankan perbaikan kerusakan akses dan pipanisasi.
“Kalau warga kan tidak tahu itu ilegal atau bukan, yang jelas dampaknya kami rasakan. Alhamdulillah sudah ada respons, penutupan akses dan perbaikan kerusakan,” kata Dadang.
——–
Artikel ini telah naik Ke detikJabar.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Gara-gara Ulah Offroader Ilegal, Objek Wisata Ke Bandung Sampai Ditutup











