Jakarta –
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa Langkah Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti menghabiskan seluruh Biaya Bangsa atau menghentikan Langkah pemerintah lain.
“Saya gemas juga melihat komentar Ke media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan Biaya Bangsa. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, Langkah-Langkah lain tetap dikerjakan,” ujar Sudaryono Di konferensi pers Ke Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Pernyataan ini dilontarkan Sudaryono Lantaran sebagai upaya meluruskan anggapan yang berkembang Ke media sosial soal MBG. Banyak yang menyebut bahwa dana Bagi MBG menyebabkan Langkah lain, seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan jembatan, tidak berjalan.
Sebagai contoh Ke sektor Agrikultur, Sudaryono mengatakan bahwa Sebelumnya MBG berjalan Langkah ketersediaan pupuk juga telah menjadi perhatian. Justru pemerintah juga Memiliki Keputusan soal harga pupuk yang terjangkau.
Hal serupa, kata dia, juga terjadi Ke pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi.
“Sudah ada Biaya yang dipakai Bagi MBG, Lalu pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi,” kata Sudaryono.
Ke sektor Belajar, Sudaryono mengatakan bahwa sekolah-sekolah yang kini masih rusah, bukan disebabkan Bersama MBG. Justru, ini Mungkin Saja terjadi Sebelumnya adanya Langkah MBG.
“Yang sekolah rusak itu dulu Ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah,” ujarnya.
Ia mengajak Kelompok Bagi melihat Keputusan pemerintah secara utuh dan tidak menyimpulkan bahwa alokasi Biaya Bagi MBG otomatis mengorbankan sektor lain.
“MBG memang Memutuskan dana yang tidak kecil. Ide tahun ini Disekitar Rp 268 triliun. Tetapi, yang lain-lain juga dikerjakan,” kata Sudaryono.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kepala BGN ‘Gemas’ Lihat Komentar Ke Medsos soal MBG Disebut Habiskan Biaya











