Singapura –
Industri penerbangan dibuat goyah Bersama adanya Konflik Bersenjata Hubungan Dunia Ke timur Di. Bandara Changi mencatat penurunan penumpang Sebagai rute Asia Tenggara.
Lalu lintas penumpang Bandara Changi Sebagai rute Asia Tenggara turun 5 persen Di April dan Juni Sebab maskapai Mengurangi penerbangan regional Sebagai mengatasi lonjakan harga bahan bakar jet dan kendala pasokan yang Yang Berhubungan Bersama Bersama Konflik Bersenjata Ke Timur Di.
Meski demikian, pusat penerbangan Singapura tetap tangguh Ke Di gangguan pasokan energi Dunia yang disebabkan Bersama konflik tersebut. Tercatat Disekitar 17,2 juta penumpang melewati Changi Ke kuartal kedua tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu berarti penurunan sebesar 1,5 persen dibandingkan Bersama periode yang sama tahun lalu, seperti dikutip Bersama The Strait Times Ke Kamis (30/7/2026).
Secara keseluruhan, lalu lintas penumpang Sebagai paruh pertama tahun 2026 tumbuh 0,4 persen secara tahunan, menurut angka terbaru Changi Airport Group (CAG) Ke 24 Juli.
Pergerakan pesawat, termasuk pendaratan dan keberangkatan, turun 1,3 persen secara tahunan menjadi 92.400.
Ke paruh pertama tahun ini, total pergerakan pesawat mencapai 188.000, yang menurut CAG serupa Bersama periode yang sama Ke tahun 2025.
Terdapat peningkatan 8,7 persen Di lalu lintas Di Bandara Changi dan Eropa. Lalu lintas Ke rute Australia dan Selandia Mutakhir juga tumbuh angka yang lebih moderat, yaitu 3 persen.
CAG mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil Bersama beberapa maskapai penerbangan yang menambah kapasitas Ke rute-rute ini Sebagai mengoptimalkan operasi.
Lima pasar utama Changi Sebagai kuartal tersebut adalah China, Indonesia, Australia, Malaysia, dan India.
Vietnam dan China menonjol Sebab mempertahankan momentum Perkembangan yang kuat, Bersama mencatat peningkatan tahunan masing-masing sebesar 18,5 persen dan 8,3 persen. Jepang juga mencatat Perkembangan tahunan sebesar 7 persen.
Lima rute tersibuk Bandara Changi adalah Kuala Lumpur, Jakarta, Bangkok, Denpasar, dan Tokyo.
Lim Ching Kiat, wakil Kepala Negara eksekutif CAG Sebagai Pembaruan hub udara dan kargo masih optimis Bersama permintaan perjalanan yang berkelanjutan, terutama Hingga dan Bersama Eropa dan Asia Timur Laut. Seiring Bersama naiknaya bahan bakar, maskapai penerbangan Mengadaptasi Bersama Situasi operasional yang terus berubah.
Harga bahan bakar Ke seluruh dunia melonjak Dari pecahnya Konflik Bersenjata Iran Ke 28 Februari, yang menyebabkan gangguan Ke pengiriman Lewat Selat Hormuz, tempat seperlima pasokan Energi dan gas Dunia Masuk.
Beberapa maskapai Mengurangi penerbangan sebagai respons Pada biaya yang lebih tinggi. Maskapai penerbangan Timur Di juga membatalkan penerbangan Di Asia dan Eropa Sebab ketidakstabilan Ke kawasan tersebut.
“Bersama harga bahan bakar jet yang telah mereda Bersama puncaknya Ke bulan Maret, kami Di aktif Membahas Bersama mitra maskapai penerbangan kami Sebagai memulihkan beberapa layanan yang Sebelumnya ditangguhkan,” pungkasnya.
(bnl/bnl)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Efek Domino Konflik Timur Di, Bandara Changi Catat Penurunan Penumpang











