Jakarta –
Seorang pelari Menyaksikan luka serius Setelahnya ditanduk banteng Ke Pada wajah Di mengikuti Kearifan Lokal Berlarilah banteng Di Perayaan Seni San Fermin Ke Pamplona, Spanyol, Sabtu lalu.
Ke Di Itu, 12 peserta lainnya juga harus menjalani Perawatan Medis akibat Kerusakan yang dialami Pada Kegiatan berlangsung.
Melansir AP, Kamis (16/7/2026) enam ekor banteng bersama sapi penggiring dilepas menyusuri lintasan sempit sepanjang 875 meter yang dipadati ribuan peserta. Hewan-hewan itu berlari Ke arena adu banteng Di waktu Disekitar dua setengah menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke sepanjang lintasan, sejumlah pelari terjatuh Ke jalan berbatu Setelahnya tersenggol banteng. Beberapa peserta yang tersandung juga memicu tumpukan pelari Ke Di jalur.
Puskesmas Universitas Navarra melaporkan satu orang Menyaksikan luka tusuk Ke Pada wajah akibat tanduk banteng. Ke Di Yang Sama, 12 peserta lainnya Memperoleh Perawatan Medis medis Sebab berbagai Kerusakan akibat benturan dan terjatuh.
Insiden bermula ketika seekor banteng berwarna hitam terpisah Bersama kelompoknya Ke awal pelarian. Banteng itu menerjang kerumunan dan menghantam sisi wajah salah seorang pelari menggunakan tanduknya.
Belum dipastikan apakah benturan tersebut menjadi penyebab luka tusuk yang dialami korban. Di beberapa momen, sejumlah pelari tampak tidak Memahami banteng sudah berada sangat Didekat Ke Di mereka.
Alih-alih menyeruduk, beberapa banteng justru Mendorong peserta yang menghalangi jalurnya agar bisa terus berlari. Berlarilah banteng Ke Sabtu itu merupakan hari kelima Bersama rangkaian Perayaan Seni San Fermin yang berlangsung Pada delapan hari Ke Daerah utara Spanyol.
Penyelenggaraan Perayaan Seni tahun ini juga bertepatan Bersama 100 tahun terbitnya novel ‘The Sun Also Rises’ karya Ernest Hemingway. Novel tersebut berperan besar Mengintroduksi Perayaan Seni San Fermin Ke dunia internasional.
Meski korban meninggal terakhir Di Kearifan Lokal Berlarilah banteng terjadi Ke 2009, insiden peserta tertanduk maupun Menyaksikan patah tulang masih sering terjadi. Banyaknya pelari pemula dan wisatawan Foreign yang ikut ambil Pada menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan Di atraksi tersebut.
(upd/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pelari Ditanduk Banteng Ke Wajah Di Perayaan Seni San Fermin Ke Spanyol











