loading…
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH. Macshoem Faqih mengungkapkan Iduladha 1447 Hijriah tahun ini hadir Ke Di situasi dunia yang penuh ketegangan akibat Konflik Bersenjata. Foto/istimewa
“Ke Pada gema takbir berkumandang, dunia justru Lagi dipenuhi kabar tentang Konflik Bersenjata, ketegangan politik, dan krisis kemanusiaan yang belum juga reda,” ujar KH. Macshoem Faqih Untuk refleksi Iduladha 2026, Minggu (24/5/2026).
Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban itu mengatakan, Iduladha bukan sekadar perayaan tahunan atau ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum Untuk menghidupkan kembali nilai kesabaran, ketaatan, dan pengorbanan Ke Di dunia yang Lebih individualistis.
Baca juga: Jangan Lupa Besok Puasa Tarwiyah, Begini Bacaan Niatnya
Gus Macshoem menjelaskan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengandung pesan universal tentang bagaimana manusia menjaga kemanusiaannya ketika Berjuang Didalam ujian hidup yang berat. “Kesabaran yang diajarkan Iduladha bukan menyerah tanpa usaha, tetapi kemampuan menjaga arah hidup ketika keadaan terasa berat,” katanya.
Gus Macshoem menilai tekanan hidup modern membuat banyak orang mudah marah, mudah putus asa, dan kehilangan ketenangan. Menurut dia, media sosial juga memperlihatkan bagaimana manusia Lebih mudah terjebak Untuk pertengkaran dan kemarahan. “Padahal kesabaran adalah kekuatan. Ia menjaga manusia tetap berpikir jernih ketika emosi Lagi penuh,” ujarnya.
Lihat video: Jelang Iduladha, Peternak Sapi Kebanjiran Pesanan
Di Itu, Gus Macshoem menegaskan bahwa Iduladha juga mengajarkan pentingnya ketaatan Ke Di Kearifan Lokal Global instan yang Merangsang manusia mengejar keuntungan pribadi tanpa Merencanakan nilai kejujuran dan amanah. “Kita melihat bagaimana Bersaing kepentingan dan ambisi kekuasaan membuat dunia Lebih gaduh. Yang paling merasakan dampaknya justru Kelompok kecil,” kata Gus Macshoem.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Iduladha 2026 Karena Itu Pengingat Kemanusiaan Ke Di Dunia yang Terluka











