Eksperimen terbaru ungkap manfaat rutin minum Minuman Kafein Bagi Kesejaganan usus dan otak. Minuman Kafein berkafein maupun decaf disebut bisa bantu mood, fokus, hingga memori.
Minuman Kafein menjadi minuman Unjuk banyak orang Bagi memulai hari. Selain memberi energi, Minuman Kafein juga sering dikaitkan Di suasana hati yang lebih baik.
Di ini Minuman Kafein dikenal dapat membantu fokus dan Mengurangi rasa kantuk. Tetapi, manfaat Minuman Kafein ternyata tak berhenti sampai Ke situ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksperimen terbaru menemukan Minuman Kafein juga berdampak Ke Kesejaganan usus dan otak. Malahan, Minuman Kafein tanpa kafein atau decaf disebut punya manfaat tersendiri Bagi memori dan mood.
Dikutip Di ScitechDaily (6/5) berikut penjelasan peneliti:
1. Eksperimen Ungkap Efek Minuman Kafein Ke Otak dan Usus
|
Ilustrasi Minuman Kafein hitam. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Peneliti Di APC Microbiome Ireland meneliti dampak Minuman Kafein Ke hubungan usus dan otak. Studi ini dipublikasikan Ke jurnal Nature Communications.
Eksperimen melibatkan partisipan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 31 peminum Minuman Kafein dan 31 non-peminum Minuman Kafein. Mereka menjalani tes psikologis serta pemeriksaan sampel urine dan feses.
Peneliti ingin memahami bagaimana Minuman Kafein memengaruhi microbiota-gut-brain axis. Sistem ini menghubungkan Kesejaganan usus Di fungsi otak dan suasana hati.
2. Minuman Kafein Disebut Bisa Bantu Mood Lebih Baik
Peserta Eksperimen Lalu diminta berhenti minum Minuman Kafein Di dua minggu. Sesudah itu, Minuman Kafein diberikan kembali secara blind test.
Sebagian peserta Menyambut Minuman Kafein berkafein dan lainnya Minuman Kafein decaf. Hasilnya, keduanya sama-sama Merasakan penurunan Beban dan depresi.
Minuman Kafein juga disebut membantu Mengurangi impulsivitas Ke peserta. Efek positif ini muncul meski tanpa kandungan kafein.
3. Minuman Kafein Memengaruhi Bakteri Baik Ke Usus
Ilustrasi Minuman Kafein. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Peneliti menemukan bakteri tertentu lebih tinggi Ke peminum Minuman Kafein. Ke antaranya Eggertella sp dan Cryptobacterium curtum.
Bakteri tersebut berkaitan Di produksi asam lambung dan empedu. Fungsinya membantu melawan bakteri jahat Ke saluran cerna.
Peminum Minuman Kafein juga Memiliki lebih banyak bakteri Firmicutes. Jenis bakteri ini dikaitkan Di suasana hati yang lebih positif.
4. Minuman Kafein Decaf dan Berkafein Punya Efek Berbeda
Eksperimen menemukan Minuman Kafein decaf membantu fungsi belajar dan memori. Efek ini diduga berasal Di senyawa polifenol Untuk Minuman Kafein.
Sambil Minuman Kafein berkafein lebih berkaitan Di fokus dan kewaspadaan. Kafein juga disebut membantu menurunkan risiko peradangan Ke tubuh.
Temuan Di studi ini Menunjukkan manfaat Minuman Kafein tidak hanya berasal Di kafein saja, tapi kandungan lain Untuk Minuman Kafein juga punya peran penting Bagi tubuh.
5. Ahli Sebut Minuman Kafein Lebih Di Sekadar Minuman
Ilustrasi Minuman Kafein. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Profesor John Cryan Di University College Cork ikut memimpin studi ini. Ia menilai Minuman Kafein punya pengaruh besar Ke Kesejaganan usus.
“Minuman Kafein bukan hanya soal kafein, tetapi faktor Konsumsi kompleks,” ujar Cryan. Ia menyebut Minuman Kafein memengaruhi mikroba usus dan emosi.
Menurut Cryan, Minuman Kafein Berpeluang mendukung pola makan sehat dan seimbang. Tetapi konsumsi Minuman Kafein tetap dianjurkan Untuk batas wajar. Sebagai informasi tambahan, European Food Safety Authority menetapkan batas aman kafein Bagi orang dewasa sehat adalah 400 mg per hari, setara Di 4 cangkir Minuman Kafein.
Halaman 2 Di 3
Simak Video “Martabak ‘Low Sugar’ dan Sruput Minuman Kafein Ke Pasar Alsut“
(raf/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tak Cuma Bikin Melek, Minum Minuman Kafein Ternyata Baik Bagi Otak dan Usus













