Survei detikcom 2026 tentang gizi dan tumbuh kembang anak Menunjukkan sebanyak 62,05% Bunda mengaku menggunakan berat badan sebagai indikator utama tumbuh kembang, disusul kemampuan kognitif atau kecerdasan (60,48%) dan tinggi badan (59,21%).
Akan Tetapi, ada temuan lain yang Menarik Perhatian.
Sebanyak 59,59% Bunda mengaku khawatir anak tidak tumbuh optimal dan kurang cepat tanggap. Kekhawatiran ini mencakup berat badan tidak ideal, tinggi badan kurang maksimal, hingga perkembangan kognitif yang Dikatakan belum sesuai harapan.
Di sisi lain, 69,76% Bunda mengaku belum memahami perbedaan zat gizi makro dan mikro. Padahal, menurut pakar gizi klinis, pemahaman ini menjadi dasar Di menyusun pola makan anak.
Zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak dibutuhkan Di jumlah besar sebagai sumber energi dan pembangun jaringan tubuh. Sambil Itu zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral memang dibutuhkan Di jumlah kecil, tetapi berperan krusial Di fungsi metabolisme, pembentukan sel darah, sistem Kekebalan, hingga perkembangan otak.
“Anak bisa saja berat badannya naik, tetapi belum tentu perkembangannya optimal,” jelas dr. Juwalita Surapsari, M.Gz, SpGK, Di diskusi Health Corner yang digelar detikcom bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia (12/02/26).
|
Survey Gizi dan Tumbuh Kembang Anak detikcom x Danone Foto: infografis detikHealth
|
(fti/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pentingnya Gizi Seimbang Sebagai Kemajuan dan Kecerdasan Anak











