Viral Ucapan ‘Xenophobic’ Di STY, Kenapa Orang Karena Itu Agresif Di Di Tekanan?

Jakarta

Sebuah video yang memperlihatkan staf Java United melontarkan ucapan dugaan diskriminasi kepada Manajer Shin Tae-yong (STY) viral Di media sosial. Potongan video tersebut Lalu memicu tudingan xenophobia.

“SIPALING AKAMSI. ACHMAD RESAL yang merupakan DIREKTUR Metode Java United lontarkan ucapan XENOFOBIK kepada Shin Tae Yong dan Staff kepelatihan Persija lainnya,” tulis akun lingkar*** dikutip Di Threads, Selasa (22/9/2026).

Sebagai informasi, dikutip Di laman laman University of Edinburgh, xenophobia adalah rasa takut atau kebencian Pada orang-orang yang Dikatakan berbeda Di diri sendiri. Hal ini dapat didasarkan Di ras, etnis, kebangsaan, agama, atau karakteristik pembeda lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Xenophobia dan rasisme serupa Sebab keduanya berakar Di diskriminasi, Akan Tetapi xenofobia biasanya merujuk Di kebangsaan dan Kearifan Lokal Dunia seseorang, bukan hanya ras atau etnisnya. Seseorang bisa menjadi xenophobia sekaligus rasis.

Agresif Di Di Tekanan

Terlepas Di Peristiwa Pidana tersebut, situasi Kejuaraan yang penuh tekanan memang dapat membuat emosi seseorang Menimbulkan Kekhawatiran. Di Situasi tertentu, tekanan dan frustrasi dapat membuat seseorang lebih sulit mengendalikan respons emosionalnya.

Di Eksperimen yang terbit tahun 2026 berjudul Emotion Regulation and Aggression: A Systematic Review and Meta-Analysis menemukan bahwa tekanan dapat memunculkan emosi yang kuat.

Ketika seseorang Merasakan kesulitan mengatur emosi tersebut, Eksperimen Menunjukkan adanya hubungan Bersama kecenderungan agresivitas yang lebih tinggi.

Peneliti membedakan Di reactive aggression dan proactive aggression. Kesulitan regulasi emosi Memiliki hubungan yang lebih kuat Bersama reactive aggression dibandingkan proactive aggression.

Situasi panas dan tegang Di Kejuaraan sepakbola, Bisa Jadi dapat memicu emosi yang Menimbulkan Kekhawatiran. Di sini, kemampuan mengendalikan emosi diuji.

Dikutip Di laman IPB University, tekanan yang diterima seseorang dapat memengaruhi kemampuan seseorang Di mengelola emosi. Secara biologis, ia Akansegera mengaktifkan amigdala, yakni Pada otak yang berperan sebagai pusat deteksi ancaman.

Situasi ini sekaligus melemahkan fungsi prefrontal cortex yang bertanggung jawab Pada penilaian rasional dan regulasi emosi, Agar membuat otak masuk Di Tren fight or flight.

(dpy/up)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral Ucapan ‘Xenophobic’ Di STY, Kenapa Orang Karena Itu Agresif Di Di Tekanan?

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr