loading…
Warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Kiai Kampung asal Situbondo HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Muktamar Hingga-35 NU Hingga Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Foto: Alat
“Selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan kepada Gus Kikin. Semoga amanah itu membawa maslahat Bagi umat. Dan seperti lima tahun yang telah berlalu, Bagi lima tahun yang Akansegera datang, saya tetap Akansegera melantangkan satu slogan yang sama: Ber-NU tanpa ber-PBNU,” kata Gus Lilur dikutip Selasa (1/9/2026).
Sebab, kata dia, NU itu bukan kantor. “NU itu cara beragama. Ia hidup Hingga langgar-langgar, Hingga majelis tahlil, Hingga pengajian selepas maghrib, Hingga khidmah para kiai kampung yang tidak pernah masuk daftar hadir muktamar mana pun. Kantor boleh berganti penghuni. Cara beragama tidak boleh berganti pemilik. Salam amar makruf nahi munkar,” tuturnya.
Baca juga: Skuat Formatur Diberi Waktu 1 Bulan Susun Kepengurusan Mutakhir PBNU
Di catatan yang disampaikannya seusai pelaksanaan muktamar, Khalilur menggunakan akronim “Papi Umba Pakocir” Bagi menggambarkan situasi politik yang menurutnya terjadi Hingga arena muktamar. “Panglima pergi umrah tiba-tiba, pasukan kocar-kacir,” tulis Khalilur.
Menurut dia, banyak pihak menilai kelompok yang disebutnya sebagai “paket penguasa” telah memenangkan pertarungan Setelahnya KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam dan Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Tetapi, Khalilur Memperoleh pandangan berbeda. Dia menilai Mengalahkan tersebut terjadi bukan Sebab adanya pertarungan terbuka. “Mereka tidak Berhasil. Mereka Berhasil Sebab tidak ada pertarungan,” tegasnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ucapkan Selamat Hingga Gus Kikin-Miftachul Akhyar, Gus Lilur: Ber-NU tanpa ber-PBNU











