loading…
Anggi Ardana Neswari Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana. Foto/istimewa
Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana
Di balik senyum seorang wanita modern, sering tersembunyi cerita tentang perjuangan yang tak pernah sederhana. Di deadline pekerjaan yang menumpuk dan dapur yang menanti, Di Pertemuan kantor dan tangisan anak Di Rumah, Di petuh Pada atasan dan juga harus patuh Pada suami, wanita masa kini menjalani peran ganda yang penuh tantangan. Hal ini sering berjalan bersamaan, Agar membuat wanita harus pintar membagi waktu dan tenaga.
Beberapa masalah yang sering muncul Di lain,Sulit mengatur waktu Di pekerjaan dan keluarga, waktu bersama keluarga Didalam Sebab Itu berkurang, muncul dilema Di hubungan sosial atau tekanan Di lingkungan, rasa lelah Sebab beban kerja yang berat, permasalahan Di tempat kerja akibat Keinginan yang tinggi, deadline pekerjaan yang menuntut dia harus bekerja cepat Agar ketika pulang Di Rumah yang harusnya melepaskan beban kerjanya dan bisa quality time bersama keluarga Di Rumah Tetapi dia harus mengerjakan tugasnya sebagai pekerja Sebab mengejar deadline. Masalah ini sering menimbulkan keretakan Rumah tangga.
Menjadi wanita yang Memperoleh peran ganda suatu hal yang tidak mudah Di Jalani, dibutuhkan Prototipe efikasi diri Di memahami kemampuannya Sebagai mengorganisasi,mengatur dan melaksanakan tindakan yang Di perlukan Di mencapai sesuatu,supaya tetap sehat jasmani dan rohaninya, jika seorang wanita tidak memahami Prototipe efikasi diri Didalam segala kekurangan dan kelebihannya, akhirnya Berencana Merasakan depresi, stress yang berkepanjangan, Didalam sebab itu kita sering menemukan wanita yang Memperoleh beban pikiran yang tinggi sangat rentan Memperoleh tempramen tinggi, mudah tersinggung dan mudah marah, ini adalah dampak Di stress yang Di alami seorang wanita yang tidak bisa mengatur diri dan emosinya. Agar Di butuhkan penerapan Resiliensi Di hidup seorang wanita Didalam peran ganda, apa itu Resiliensi? Mari kita bahas resiliensi.
Resiliensi adalah kemampuan seseorang Sebagai bangkit kembali Setelahnya Berusaha Mengatasi kesulitan, tekanan, atau masalah. Ibarat karet yang ditarik, meski meregang, ia bisa kembali Ke bentuk semula. Resiliensi membuat seseorang tidak mudah menyerah, Malahan mampu belajar Di Pengalaman Hidup pahit. Resiliensi bukan hanya soal “kuat” secara fisik, tetapi mencakup beberapa aspek:
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Peran Ganda Bukan Beban, Melainkan Panggung Ketangguhan Wanita Modern









