loading…
Timo Scheunemann: Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Sudah Ke Jalur yang Tepat. Foto: Istimewa
“Kita Mendominasi sistem Lantaran Bersama bawah melakukan pekerjaan Rumah yang sangat berat, mencari Olahragawan-Olahragawan, seperti MLSC (MilkLife Soccer Challenge) dan menyaringnya secara objektif dan bertahap,” kata Timo Scheunemann Untuk keterangannya yang dikutip Senin (16/2/2026).
Untuk MLSC Solo Tanpapemenang 2 2025-2026 yang berlangsung mulai 10-15 Februari 2026, diikuti 1.618 siswi Bersama 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ke Solo Raya. Untuk Kejuaraan sepak bola putri kelompok usia (KU) 12 dan KU 10 tersebut, Lanjutnya dipilih Di 40-50 anak dan disaring lagi menjadi 25 anak.
Mereka Lanjutnya dilatih dan dilihat perkembangan dan keseriusannya. Berikutnya disaring lagi menjadi 16 anak dan dibawa Ke Kudus Bagi mewakili Solo. Supaya bisa dibayangkan proses seleksinya ketat dan bertahap. Hal serupa juga dilakukan Ke usia Bagi U-15 dan U-18.
Dirinya menilai ekosistem pembinaan sepakbola putri Ke Indonesia sudah sangat baik. Supaya Ke Di diharapkan dapat menuai hasilnya. Bersama MLSC Solo Tanpapemenang 2 2025-2026, dirinya melihat talenta-talenta Terbaru muncul. Sedangkan talenta-talenta lama yang sudah terdeteksi Sebelumnya, juga Merasakan perkembangan yang pesat.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia Sudah Ke Jalur yang Tepat











