Jangan Timbang BB Tiap Hari Di Asupan Minuman, Praktisi Medis Ungkap Alasannya

Jakarta –

Menjalani Asupan Minuman bukan hanya soal seberapa banyak angka Ke timbangan berkurang. Terlalu sering menimbang berat badan justru dapat membuat seseorang lebih mudah Tekanan Sebab berat badan memang dapat berubah-ubah setiap harinya.

Spesialis gizi dr Karina Marcella, SpGK mengatakan perubahan berat badan harian dapat dipengaruhi Di banyak faktor, termasuk jumlah cairan yang dikonsumsi dan Minuman yang Terbaru saja masuk Ke Di tubuh.

“Berat badan jangan ditimbang setiap hari, Sebab yang pertama, memang Situasi tubuh kita itu pasti berubah-ubah. Bisa Sebab faktor cairan tubuh, misalnya minum banyak sampai 3 liter, itu bisa naik,” ujar dr Karina Di Kegiatan Media Gathering Halofit Ke Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berat badan juga dapat berubah Setelahnya makan maupun Setelahnya buang air besar. Sebab itu, angka yang terlihat Ke timbangan belum tentu menggambarkan perubahan lemak tubuh.

Menurut dr Karina, terlalu sering melihat perubahan angka tersebut juga Berpotensi Sebagai membuat seseorang Tekanan. Situasi tersebut dikhawatirkan justru mengganggu konsistensi menjalani pola makan.



“Yang ada kita nanti Lebih Tekanan. Kalau misalnya kita Tekanan, itu Berencana mengganggu hormonal kita juga. Yang ada berat badan kita naik, tidak Karena Itu turun,” katanya.

Sebab itu, ia menyarankan penimbangan berat badan dilakukan Di satu kali Di seminggu.

Pentingnya Memasang Target yang Realistis

Selain frekuensi menimbang berat badan, target penurunan berat badan juga perlu dibuat secara realistis. Menurut dr Karina, tujuan utama Asupan Minuman seharusnya bukan sekadar mencapai angka tertentu Ke timbangan, tetapi membangun pola hidup yang lebih sehat dan dapat dipertahankan Di jangka panjang.

“Niat yang paling penting. Kita tujuannya Sebagai mendatangkan pola hidup lebih sehat, biar bisa jangka panjang,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar tidak memasang target penurunan berat badan yang terlalu besar Di waktu singkat. Misalnya, menargetkan turun 10 kg hanya Di satu bulan.

“Kalau goals-nya nggak bisa langsung besar. Di sebulan saya pengen turun 10 kg, itu nggak realistis. Kalori terlalu kecil yang ada malah bahaya,” jelasnya.

Menurut dr Karina, target penurunan berat badan yang dapat digunakan adalah Di 5-15 persen Di berat badan awal, atau Di 2-4 kg per bulan. Tetapi, target tersebut dapat berbeda Di setiap orang, terutama Di orang Di obesitas yang Di fase awal Asupan Minuman dapat Merasakan penurunan berat badan lebih cepat.

Sebab itu, menurutnya, pendampingan tenaga medis juga penting, terutama Untuk orang yang Memperoleh Situasi Kesejajaran tertentu atau riwayat Gangguan. Praktisi Medis atau ahli gizi dapat Menilai Situasi pasien dan menyesuaikan pola makan Di kebutuhan masing-masing.

“Pemeriksaan tenaga medis juga penting. Ada riwayat nggak yang harus kita pantau, nanti meal plan Berencana menyesuaikan kebutuhan tiap orang,” pungkasnya.

Halaman 2 Di 2

(avk/naf)


Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jangan Timbang BB Tiap Hari Di Asupan Minuman, Praktisi Medis Ungkap Alasannya

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr