loading…
Aksi Massa jual membuat saham SpaceX anjlok 20 persen Setelahnya IPO. Foto: Reuters
SpaceX melantai Di Nasdaq Di 12 Juni. Kode sahamnya: SPCX. Ini IPO terbesar Di sejarah. Harga perdana 135 Usd AS per saham. Dana terkumpul 75 miliar Usd. Valuasi langsung 1,75 triliun Usd.
Dua hari pertama, melesat. Sempat menyentuh USD225,64. Nilai pasar tembus USD2 triliun. SpaceX masuk lima besar perusahaan paling berharga Di dunia.
Lalu Aksi Massa jual dimulai.
Kamis lalu, saham turun 6,5 persen. Tinggal USD178,50 Usd. Sehari Sebelumnya Itu sudah turun hampir 5 persen. Didalam puncaknya, sudah anjlok lebih Didalam 20 persen.
Tapi yang masuk Pada IPO masih untung. Harga sekarang masih Disekitar 30–37 persen Di atas USD135. Nilai pasar perusahaan kini Disekitar USD2,52 triliun Usd — bila penurunan berlanjut, lebih Didalam USD150 miliar bisa menguap Di sehari.
“Aksi Massa ambil untung seperti ini tidak mengejutkan,” kata analis IPOX Schuster, Kat Liu — mengingat besarnya IPO dan kuatnya Penampilan awal.
Bukan cuma SpaceX
Saham perusahaan antariksa lain ikut turun. Rocket Lab dan Planet Labs Disekitar 3 persen. AST SpaceMobile 7 persen. Intuitive Machines 3 persen.
Investor ritel sempat borong agresif: lebih Didalam 300 juta Usd Di tiga sesi. Tapi Kamis, sepi. Cuma USD9,1 juta (data Vanda Research).
Kenapa bergejolak? Float publiknya kecil. Valuasinya tinggi. Itu resep volatilitas. Angka yang bikin analis ragu
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap











