loading…
Potret rupang Pada Di Ke Kelenteng Toasebio. Foto: Niko Prayoga
Seperti yang sudah dilakukan Ke Kelenteng Toasebio, dimana pengurus kelenteng telah melakukan Cuci Rupang Dari satu Minggu Sebelumnya Imlek. Cuci Rupang bukan hanya sekadar bersih-bersih posting, Akan Tetapi itu merupakan ritual sakral yang menyentuh sisi spiritual. Kebiasaan itu adalah wujud penghormatan yang mendalam Bagi umat yang Berencana beribadah.
Karyawan Pada Pelayanan Umat Kelenteng Toasebio, Hendro Budi Santoso mengatakan bahwa kebersihan tempat ibadah termasuk rupang adalah fondasi utama Bagi menciptakan suasana doa yang khusyuk dan menyambut umat Didalam tangan terbuka serta hati yang Tenteram.
Baca Juga : Riuh Imlek Ke Petak Sembilan: Lampion, Minuman, dan Kebiasaan yang Tak Pernah Sepi
“Kalau kita filosofinya sebenarnya kalau Bagi menyambut Imlek ini memang kita wajib yang namanya Bagi bersih-bersih dan juga supaya kelihatan satu tempat nyaman dan juga bersih kan apalagi kita tempat ibadah kan, wajib yang namanya Bagi bersih supaya umat yang datang Ke sini berdoa dan beribadah itu menjadi nyaman,” kata Hendro Di diwawancarai, Minggu (15/2/2026).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ini Makna Filosofis Ke Balik Ritual Cuci Rupang dan Nyala Lilin Jelang Perayaan Imlek











