loading…
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan belum Akansegera mengubah Biaya Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN) menyusul masih berfluktuasinya harga Migas dunia. Foto/Dok
“Kita masih aman, masih kuat. Ini kan Mutakhir beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 asumsi kita. Ini kan Mutakhir beberapa hari saja,” kata Purbaya Hingga Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
“Karena Itu belum cukup Untuk mengubah Biaya kita. Karena Itu kita masih bisa absorb,” katanya.
Baca Juga: APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Purbaya menekankan, pengubahan alokasi Biaya Di APBN tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dia mengatakan perlu ada analisa khusus Untuk menentukannya, termasuk berapa lama harga Migas diprediksi Akansegera merangkak naik dan turun.
Terlebih kata Purbaya, hingga kini Migas kembali menurun Di waktu cepat Sesudah Pemimpin Negara AS Donald Trump Memperkenalkan Pertempuran tidak Akansegera berlangsung lama. “Karena Itu kita lihat pastikan, betul nggak naik, betul nggak turun. Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik. Ya sudah kita bisa antipasti naik terus. Ini kan nggak, naik, tiba-tiba turun lagi,” ujarnya.
Purbaya tidak ingin, pengubahan Biaya dilakukan terburu-buru tanpa analisis yang tepat. Hal ini Akansegera membuat pemerintah perlu mengubah Biaya kembali, ketika Kebugaran berubah normal.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Harga Migas Dunia USD100 per Barel Ancam APBN, Menkeu Purbaya: Masih Aman, Masih Kuat











