Jakarta, CNN Indonesia —
BYD bersama mitra resminya Haka Auto terus memperkuat kehadirannya Di pasar Produsen Kendaraan Indonesia Bersama melakukan ekspansi jaringan dealer.
Tahun ini, Haka Auto secara agresif menargetkan 50 dealer beroperasi, naik drastis Bersama pencapaian operasional 18 dealer Di tahun lalu. Penambahan dealer meliputi kebutuhan pelayanan BYD dan Denza.
CEO Haka Auto Hariyadi Kaimuddin mengatakan sasaran pengoperasian puluhan dealer ini merupakan komitmen perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tahun ini kami prediksi Berencana beroperasi 50 dealer, naik drastis Bersama tahun lalu hanya 18-20 unit. Lantaran ini komitmen kami,” ujar Hariyadi Di pertemuan bersama media, Senin (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan dealer ini ditargetkan Sebagai Merencanakan Perkembangan pasar Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Di luar Jabodetabek. Haka Auto Pada ini mulai Menyusun dealer Di berbagai Daerah potensial, seperti Jawa Ditengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi.
“Kalau Di Jakarta kami bukan yang paling banyak. Terbatas Di Jakarta. Maksudnya kami coba kembangin dan kami banyak kembangin Di luar, Di Jawa Ditengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi,” kata Hariyadi.
Meski pasar Kendaraan Listrik Pada ini masih terkonsentrasi Di Jabodetabek, Hariyadi meyakini penjualan BYD Di Lokasi lain Berencana ikut bertumbuh seiring meningkatnya infrastruktur pendukung.
“EV kan memang 80 persen Jabodetabek. Kita lihat data kan masih Di Jabodetabek, Lokasi masih sangat kecil. Tapi kita percaya seiring Bersama brand-nya makin familiar, dikenal sama orang Di Lokasi, EV juga infrastrukturnya makin ditambah, dan juga Berencana keluarnya plug-in hybrid,kita percaya angka ini Berencana berubah. Dari Sebab Itu Lokasi juga Berencana mulai besar. Makanya itu kami siapin,” ucapnya.
Ekspansi dealer dibarengi Bersama Dukungan infrastruktur, pelayanan hingga peluncuran model plug-in hybrid diharapkan mampu memperbesar kontribusi Haka Auto Pada penjualan Kendaraan Pribadi BYD hingga Di atas 20 persen.
“Nah Bersama itu dan penambahan jumlah (infrastruktur), dan adanya varian plug-in hybrid,ya kami berharap bisa Di atas 20 persen Di tahun ini. Dari Sebab Itu kalau BYD jual 100 ribu (unit) ya, berarti 20, 25, 40 lah, ada lah kontribusi Bersama kami. Itu naik 3 kali lipat sih dibanding tahun lalu,” tutup Hariyadi.
(iqb/mik)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Haka Auto Bidik 50 Dealer BYD Beroperasi Tahun Ini











