Amerika Serikat Berusaha Mengatasi lonjakan signifikan Peristiwa Pidana influenza, menjadi musim flu terburuk Untuk hampir tiga dekade terakhir. Pusat Pengendalian dan Pra-Penanganan Gangguan AS (CDC) melaporkan, kunjungan Di Praktisi Medis akibat Tanda flu kini mencapai level tertinggi Sebelum pencatatan dimulai Di 1997.
Hingga kini, tercatat 5.000 orang meninggal dunia termasuk sembilan anak, Sambil Di 120.000 orang harus dirawat Di Puskesmas. Secara keseluruhan, musim ini flu telah menyebabkan lebih Untuk 11 juta Peristiwa Pidana Gangguan Di seluruh Daerah AS.
Di pekan 27 Desember, hampir 1 Untuk 10 kunjungan rawat jalan (8,2 persen) Di AS disebabkan keluhan mirip flu, seperti demam, sakit tenggorokan, kelelahan ekstrem, dan nyeri badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puskesmas Kewalahan, Pasien Masuk Lebih Banyak dan Lebih Berat
Lonjakan Peristiwa Pidana ini mulai terasa Di banyak Puskesmas. Di Chicago, Direktur Layanan Gawat Darurat Rush University Medical Center, Dr Nick Cozzi, mengatakan timnya kini sangat sibuk menangani pasien Didalam keluhan batuk, pilek, sesak napas, diare, hingga nyeri badan hebat.
Banyak pasien, kata dia, juga terinfeksi Mikroba lain seperti COVID-19 atau RSV secara bersamaan. “Kami merawat pasien Didalam tingkat rawat inap yang lebih tinggi Untuk biasanya. Kadar oksigen mereka lebih rendah, dan ini bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani,” ujarnya.
Di Johns Hopkins Children’s Center, Baltimore, jumlah pasien anak yang dirawat Lantaran flu Meresahkan lebih Untuk dua kali lipat Untuk dua pekan terakhir dibandingkan periode Sebelumnya.
“Kenaikan ini datang Di satu bulan lebih cepat dibanding tahun lalu. Kami belum tahu seperti apa puncaknya nanti,” kata Dr Emily Boss, Direktur Otolaringologi Pediatrik Di Johns Hopkins Children’s Center.
Anak-anak Ikut Dari Sebab Itu Korban
Salah satu gambaran dampak flu terlihat Di Peristiwa Pidana Naya Kessler (3), yang kini masih dirawat Di UC Davis Medical Center, Sacramento. Naya mulai sakit Sebelum Natal dan Merasakan muntah serta demam tinggi berkepanjangan hingga harus dirawat Lantaran dehidrasi.
Musim flu 2025 hingga 2026 ini datang Setelahnya AS melewati musim flu paling mematikan Untuk anak-anak Sebelum pencatatan, Didalam 289 kematian anak Di musim Sebelumnya.
Halaman 2 Untuk 2
(naf/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Gaduh ‘Super Flu’, Sejumlah RS Di AS Kewalahan Banyak Pasien Masuk Tanda Berat











