Semarang –
Peringatan keras disampaikan Didalam Walhi Jawa Ditengah Untuk Kota Lama, Semarang. Kawasan wisata itu diprediksi menjadi lautan Di 2045 Agar mengancam bangunan bersejarah dan masa Didepan Perjalanan Di Luarnegeri Jawa Ditengah.
Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Ditengah (Jateng), Fahmi Bastian, mengatakan Pantura, termasuk Kota Semarang, Pekalongan, Demak, berada Di Situasi yang sangat kritis. Penilaian itu disampaikan Setelahnya Jalan Pantura Kaligawe direndam Bencana Alam Pada lebih Di sepekan.
Situasi itu dinilai menjadi indikator kuat Pantura Merasakan penurunan muka tanah (land subsidence) yang begitu mengerikan. Dia Meramalkan Situasi itu makin parah Didalam Pemanasan Global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia bilang andai tidak ada langkah mitigasi serius kawasan Kota Lama Semarang bisa tenggelam dan berubah menjadi lautan Di 2045.
“Land subsidence kalau Di Semarang Di angka 8-12 cm. Tapi tiap tahun nggak sama, 5 cm. Ya, 2045 seperti Kota Lama itu ya juga sudah bisa Didalam Sebab Itu lautan itu,” kata Fahmi Di Kecamatan Semarang Selatan, Sabtu (15/11/2025) dilansir detikJateng.
|
Direktur Walhi Jateng, Fahmi Bastian Di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (15/11/2025). (Arina Zulfa Ul Haq/detikcom)
|
Sambil Itu, Di beberapa titik, land subsidence Pekalongan Malahan mencapai 15 cm per tahun. Nah, Di tanah turun dan air laut naik maka batas Antara kota dan laut menjadi kabur. Jika Situasi itu tidak ditekan, banyak kawasan wisata bisa tenggelam.
Untuk Perjalanan Di Luarnegeri Semarang, Situasi itu dinilai berbahaya, sebab Kota Lama adalah ikon wisata sejarah Semarang. Di ini, Kota Lama menawarkan berbagai destinasi wisata, Malahan masuk daftar potensi wisata yang dikembangkan Didalam InJourney sebagai Dibagian Di Pembaruan Perjalanan Di Luarnegeri Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang).
Kota Lama Semarang boleh dibilang telah bertransformasi Di 10 tahun terakhir menjadi destinasi wisata yang relatif komplet Didalam kafe, restoran, hotel, galeri Karyaseni, dan area parkir. Duet Pemkot Semarang dan Kementerian PUPR Di 2015-2020 Didalam merevitalisasi kawasan itu menghasilkan perbaikan fasad bangunan cagar Kebiasaan Global, penataan jalan dan pedestrian, pemasangan paving dan jalur drainase modern, penataan lampu-lampu heritage, penguatan struktur bangunan tua, dan penataan taman dan ruang publik.
Kesan bangunan tua tak terawat, jalanan gelap, serta kawasan yang Disorot “mati” Setelahnya petang Di area bersejarah seluas 31 hektare itu pun berganti.
Kini, Kota Lama Semarang menjelma menjadi salah satu destinasi wisata heritage paling hidup Di Indonesia, Malahan mulai diperhitungkan sebagai Kandidat world-class heritage tourism district.
Merujuk sejumlah sumber, Kota Lama dikunjungi hingga 1,8 juta wisatawan per tahun. Jumlah kunjungan tiap akhir pekan, bisa mencapai 30.000-50.000 wisatawan.
Destinasi wisata pun tidak hanya bertumpu Di Gereja Blenduk yang menjadi ikon area itu, tetapi juga muncul Semarang Gallery, Spiegel Bar & Bistro, Taman Srigunting, Kota Lama Park, dan OldTown 3D Trick Art Museum, serta berbagai hotel dam restoran.
Senada, Pantura juga bukan hanya menjadi jalur Pengiriman, tetapi merupakan jalur wisata yang menyangga berbagai destinasi Kebiasaan Global, Citarasa, heritage.
Fahmi mengatakan Bencana Alam besar yang merendam Pantura Pada dua pekan lalu adalah sinyal keras bahwa kawasan tersebut memasuki fase kritis. Dia bilang tenggelamnya pesisir bukan hanya soal rob atau cuaca ekstrem, tetapi lebih kompleks, yakni disebabkan Didalam kombinasi kerusakan ekologis Di hulu hingga hilir.
Salah satu penyebab yang memperparah Situasi itu adalah ekosistem mangrove yang rusak dan proyek Tanggul Laut Semarang-Demak yang belum tuntas, termasuk kolam retensi yang seharusnya menampung air yang tidak kunjung selesai.
Di Di Itu, sungai-sungai yang Masuk Di Semarang dan Demak sudah tidak mampu menampung debit air Lantaran tidak pernah dinormalisasi secara serius. Area tangkapan air (catchment area), seperti Mijen dan Ngaliyan juga rusak akibat pembangunan perumahan tanpa Mengkaji daya dukung Area.
Fahmi menuntut pemerintah segera melakukan upaya Untuk menangani Situasi Pantura yang sudah berada Di fase kritis itu.
“Satu kolam retensi itu harus ada, kedua harus ada Pembaruan ekosistem mangrove, ketiga menormalisasi sungai-sungai yang masuk Di Semarang ataupun Di Demak yang menjadi titik-titik Bencana Alam, keempat melihat bagaimana landscape Di Area,” kata dia.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Dear Bu Menpar Kota Lama Terancam Tenggelam, Wisata Semarang Dipertaruhkan











