loading…
Boikot iPhone 18 Menggema. Foto/ Viet
Penyebab Keluhan Masyarakat: Smart Phone pintar memerlukan material penting seperti kobalt dan tantalum (berasal Di koltan) Untuk komponen baterai dan elektronik.
Sebagian besar cadangan mineral ini berada Hingga Kongo, Hingga mana proses penambangannya sering kali terikat Di Permasalahan kerja paksa anak-anak, Situasi kerja berbahaya, hingga pendanaan kelompok bersenjata yang memicu konflik berkepanjangan.
Para aktivis ingin Meningkatkan kesadaran konsumen agar tidak terjebak Untuk Kebiasaan Global konsumerisme tahunan (membeli Smart Phone Mutakhir setiap tahun).
Mereka menyerukan Kelompok Untuk mempertahankan Smart Phone lama atau beralih Hingga Alat hasil rekondisi (refurbished) guna menekan permintaan rantai pasok mineral ilegal.
Apple Berkata bahwa mereka menerapkan standar audit ketat Pada para pemasoknya.
Sebelum eskalasi konflik Menimbulkan Kekhawatiran, Apple mengklaim telah menginstruksikan pemasok Untuk menangguhkan pembelian mineral tertentu Di Area terdampak Sebab sulitnya verifikasi independen Hingga lapangan, serta terus Meningkatkan penggunaan material daur ulang
(wbs)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Boikot iPhone 18 Menggema, Gara-gara Apple Kuras Kekayaan Alam Kongo











