Jakarta –
Ke kawasan Amazon ada ceviche, serupa sashimi Jepang, yang dibuat lebih ekstrem. Bahan utamanya bukan ikan, melainkan daging buaya!
Setiap Lokasi, Bangsa, dan Daerah punya kekayaan budayanya masing-masing. Mulai Di yang disukai sampai Hingga Bangsa lain hingga hidangan ekstrem yang bikin bergidik.
Kekayaan Citarasa suatu Kearifan Lokal Dunia juga tak terlepas Di Kebugaran alam dan ketersediaan bahan-bahan Ke sekitarnya. Misalnya Daerah Amazon yang terkenal Bersama hutan hujan tropis dan kekayaan alamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Ke kawasan Amazon memanfaatkan ketersediaan alam Ke sekitarnya sebagai asupan Konsumsi sehari-hari. Dilansir Di Instagram Taste Atlas, (15/6/2026), salah satu yang populer dikonsumsi Ke Amazon ialah daging buaya.
|
Ke Amazon, masyarakatnya terbiasa mengolah daging buaya Sebagai disantap. Foto: Instagram/tasteatlas
|
Ada sajian ceviche khas Amazon berbahan potongan daging buaya segar. Ceviche sendiri merupakan hidangan seafood bergaya Amerika yang dibuat Di ikan atau udang mentah dan hanya dihilangkan aroma amisnya Bersama kucuran perasan jeruk nipis.
Biasanya ceviche dibuat Bersama ikan Di pesisir pantai. Tetapi Ke Amazon buaya-buaya yang hidup liar Ke hutan hujan tropis menjadi bahan utama membuat ceviche.
Buaya yang sudah ditangkap Berencana disembelih dan dibuang kepalanya. Sambil Itu tubuhnya Berencana dikuliti dan diambil Dibagian dagingnya Sebagai dipotong-potong menjadi dadu kecil dan Lalu dimasak menjadi ceviche.
Sekilas, ceviche mirip sashimi. Hanya saja penyajian ceviche dilengkapi irisan bawang serta topping pelengkap berupa kacang-kacangan.
Salah satunya menjadi ceviche atau sajian serupa sashimi yang segar. Foto: Instagram/tasteatlas |
Akan Tetapi, penyajian Konsumsi ekstrem ini menjadi Perdebatan yang bikin banyak netizen bergidik. Ke kolom komentar unggahan tersebut banyak yang menyoroti penyajian ceviche buaya ini.
“Reptil (khususnya iguana, ular, dan kura-kura) membawa bakteri salmonella Ke usus mereka. Ketika kalian mengonsumsinya, kalian Berencana terpapar Salmonella,” ujar salah satu netizen.
“Bukankah mereka (buaya) terbiasa makan bangkai atau kerangka ikan yang ditangkapnya? Bagaimana bisa daging buaya terasa enak,” timpal netizen lain Bersama heran.
Sebagian orang yang bernyali besar dan telah mencobanya menyebut ceviche daging buaya ini cukup enak dinikmati. Sebab tekstur dagingnya disebut lembut, perpaduan Di daging ayam dan ikan.
(dfl/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bikin Bergidik! Ke Amazon Ada ‘Sashimi’ Daging Buaya Segar












