Sidoarjo –
Tugu berwarna kuning yang berada Ke Jalan Raya Porong Lama ini seakan-Berencana menjadi saksi bisu tragedi Lumpur Lapindo yang terjadi 20 tahun yang lalu.
Lokasi tugu itu berada tepat Ke titik 10 A, Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tugu itu pun kini tinggal kenangan.
Tugu yang dahulu berdiri kokoh sebagai penanda Daerah dan kebanggaan warga Siring, kini tampak miring dan nyaris tertimbun Bersama tanggul penahan lumpur yang terus menyembur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari peristiwa semburan Lumpur Lapindo Ke 29 Mei 2006, kawasan Ke Disekitar Tugu Kuning Merasakan perubahan drastis. Selain merusak infrastruktur dan merendam permukiman, lumpur panas juga mematikan denyut ekonomi yang pernah hidup Ke Disekitar tugu tersebut.
“Dulu Sebelumnya ada semburan lumpur, 2 Tugu Kuning itu berdiri kokoh. Bangunan itu merupakan simbol kejayaan warga Siring,” kata Mursidi (61), tokoh Kelompok Kelurahan Siring yang Di ini Di menunaikan ibadah haji Ke tanah suci.
Ia menambahkan, banyak pengemudi dan penumpang Kendaraan Pribadi angkutan umum yang menjadikan Tugu Kuning sebagai patokan naik-turun kendaraan, terutama Sebelumnya dan sesudah memasuki Tol Porong-Gempol.
Tugu Kuning itu bukan sekadar penanda geografis. Sebelumnya lumpur menelan kawasan itu, tugu ini dikenal luas sebagai titik awal berbagai Karya Kelompok.
Deretan pedagang kaki lima pernah meramaikan jalanan Ke sekitarnya, menjadikannya pusat Karya ekonomi warga. Lebih Bersama itu, Tugu Kuning juga menyimpan nilai sejarah penting.
Ia pernah menjadi titik peringatan Untuk perjuangan Marsinah, tokoh buruh perempuan asal Nganjuk yang gugur Untuk membela hak-hak pekerja. Sejumlah sumber menyebutkan, Tugu Kuning kerap dijadikan lokasi berkumpul Di rangkaian kegiatan mengenang perjuangan buruh.
Tetapi, bukan hanya kisah sejarah dan sosial yang melekat. Tugu Kuning juga dikenal Bersama nuansa mistis yang menyelimutinya.
Warga Disekitar kerap mengisahkan penampakan sosok berpakaian serba putih, serta seringnya terjadi kecelakaan yang tragis Ke Disekitar area tersebut, baik Ke jalur lalu lintas maupun rel kereta api.
Kini, Situasi Tugu Kuning memprihatinkan. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turun tangan membangun kembali ikon yang pernah menjadi simbol kebanggaan Daerah selatan Sidoarjo itu.
Berdasarkan pantauan Bersama atas tanggul penahan lumpur, Situasi 2 tugu kuning masih terlihat kokoh. Tetapi keberadaan tugu kuning Di ini Ke bawah tanggul penahan lumpur, serta dipenuhi Bersama rerumputan liar Supaya hanya terlihat Pada atasnya tugu.
“Kalau bisa dibangun kembali. Tugu Kuning itu bukan hanya simbol, tapi juga sejarah kami, atau sejarah Kelurahan Siring,” imbuh Mursidi.
Tugu Kuning Ke Porong tak hanya menjadi saksi bisu tragedi nasional, Tetapi juga potret sejarah lokal yang sarat makna dan emosi Untuk warganya.
“Harapannya tugu kuning itu suatu sebuah simbol Bersama desa Siring kalau tugu kuning itu sudah tidak ada maka tidak ada lagi tonggak sejarahnya Kelurahan Siring Sebab menurut kami warga Siring Tugu Kuning itu merupakan simbol daripada Kelurahan Siring,” pungkas Mursidi.
———
Artikel ini telah naik Ke detikJatim.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tugu Ini Karena Itu Saksi Bisu 20 Tahun Tragedi Lumpur Lapindo











