loading…
Momentum Idul Adha bukan sekadar ritual, tapi pengingat Sebagai menjaga amanah digital Di incaran penjahat siber yang kian beringas. Foto: Gemini
Pertanyaannya, Pada data pribadi kita bocor atau rekening dikuras penipu, apakah itu pengorbanan yang sadar? Atau kita sebenarnya hanya menjadi korban?
Hal tersebut diungkap Di Pratama Persadha, Chairman Lembaga Eksperimen Perlindungan Siber CISSReC. Menurut Pratama, Pada ini warganet Lagi berada Ke zona bahaya.
Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Indonesia terus diguncang kebocoran data.
Data 240 juta penduduk Indonesia dikabarkan diperjualbelikan Ke dark web. Sektor keuangan Karena Itu yang paling empuk. BSSN mencatat ada 5,2 miliar anomali trafik sepanjang 2025.
“Modusnya makin canggih. Bukan lagi sekadar phishing klasik, tapi sudah masuk Di deepfake berbasis AI,” ungkapnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kita Berkurban atau Justru Karena Itu Korban?











